Masjid Gulung Karpet, Pemda Pantau ODP-PDP

oleh -130 views
CEGAH CORONA: Ketua Umum At Taqwa Center Kota Cirebon DR H Ahmad Yani MAg menunjukkan bagian dalam masjid yang sudah tanpa karpet. Ia mengimbau jamaah membawa sajadah masing-masing sebagai langkah pencegahan virus corona. FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON

DKM Masjid Raya At Taqwa Cirebon turut mengambil langkah nyata mencegah penyebaran virus corona. Pengurus masjid memutuskan menggulung karpet yang biasanya digunakan jamaah untuk kegiatan salat lima waktu.

Ketua Umum At Taqwa Center DR H Ahmad Yani MAg mengatakan gulung karpet dilakukan sejak Sabtu malam (14/3) usai Salat Isya. “Kami memandang bahwa karpet-karpet yang ada sangat sensitif terhadap kotoran debu dan lain lain. Sehingga kami gulung sekaligus kami bersihkan. Kami imbau jamaah dapat membawa sajadah masing-masing. Hal ini dipandang lebih hati-hati untuk upaya pencegahan,” kata Ahmad Yani kepada Radar, kemarin.

Pria yang akrab disapa Kang Yani ini menegaskan bahwa gulung karpet bukan berarti memberikan pembatasan kepada jamaah untuk ibadah salat berjamaah. Kang Yani menegaskan bahwa kegiatan ibadah tetap berjalan seperti biasa. “Ini (gulung tikar) lebih pada kewaspadaan dan meningkatkan kebersihan di lingkungan masjid sebagaimana yang dilakukan pula di Masjid Istiqlal Jakarta,” terangnya.

Pihaknya mendorong jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak zikir serta berdoa memohon perlindungan dari berbagai penyakit menular, terutama Covid-19. “Kami mengajak jamaah masjid Raya At Taqwa untuk tetap tenang, tidak panik. Selebihnya bertawakkal serta bergantung hanya kepada Allah. Karena yakinlah bahwa hanya Allah lah sebaik-baiknya penjaga dan pelindung,” ucapnya.

JUMLAH ODP

Sementara dari Kabupaten Cirebon,jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait Covid-19 naik drastis. Hal itu setelah tim dari Dinkes Kabupaten Cirebon melakukan tracing pasien positif corona yang saat ini diobservasi intensif di RSD Gunung Jati.

Dari hasil tracing tersebut, saat ini di Kabupaten Cirebon berjumlah ODP sekitar 71 orang. Data tersebut dilansir Dinkes Kabupaten Cirebon per tanggal 15 Maret 2020. Dari 71 ODP tersebut, 7 di antaranya sudah selesai pemantauan, sisanya sekitar 64 ODP masih dalam pemantauan.

“Jumlah ODP ada peningkatan drastis. Kalau kemarin-kemarin masih 14 orang, sekarang naik drastis menjadi 71 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj Eni Suhaeni SKM MKes saat ditemui Radar, kemarin.

Menurut  Eni, saat ini kondisi orang dalam pemantauan tersebut sehat dan masih dalam monitoring berkala oleh tim dinkes dan puskesmas. Pihak-pihak yang dinyatakan ODP sekarang sudah didata dan diberikan pemahaman.

“Kita lakukan tracing, kita cari pihak-pihak yang sudah kontak dengan PDP yang positif. Hasilnya angka yang muncul saat ini,” imbuhnya.

Ditambahkan Eni, jumlah PDP yang saat ini dirawat dan dirawat intensif difasilitas kesehatan pemerintah berjumlah 4 orang dengan jumlah PDP yang dinyatakan sudah selesai pengawasan sebanyak 3 orang. “Data perhari ini (kemarin, red) ada 7 PDP, 4 masih observasi, yang 3 sudah dinyatakan selesai. 7 orang tersebut terdiri dari 6 WNI dan 1 WNA,” pungkas Eni.

Sementara dari Majalengka, ada sebanyak 108 Warga Negara Asing (WNA) masuk status ODP. Sejauh ini pemda sudah melakukan pemantauan. Bupati Majalengka Karna Sobahi menerbitkan surat edaran kepada manajemen perusahaan yang mempekerjakan para WNA agar saat ini dilarang keluar. Kecuali pulang ke negar asal, maka tak boleh kembali ke Majalengka. “Kami juga berkoordinasi dengan Imigrasi,” tandas Bupati Karna.

Terpisah, Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan ada satu warga Kuningan yang diduga terpapar virus corona  dan kini tengah dalam penanganan RSUD Indramayu. Acep mengatakan belum ada hasil apakah pasien tersebut positif corona atau negatif, sehingga dia mengimbau warga tetap tenang.

“Ada salah satu warga Kuningan yang diduga terpapar virus corona sempat mendapat penanganan di RSUD Linggajati, kemudian hari Sabtu sore dibawa ke rumah sakit di Indramayu untuk penanganan lebih lanjut. Tapi  sampai sekarang saya belum dapat informasi hasil pemeriksaannya. Semoga negatif,” ujar Acep kepada Radar, kemarin.

Acep mengatakan, pihaknya pun langsung menggelar rapat khusus bersama seluruh pejabat menyikapi penyebaran virus corona. Termasuk menyusun langkah-langkah dalam upaya penanganan Covid-19 agar tidak sampai menjangkiti masyarakat, khususnya di Kabupaten Kuningan.

“Salah satunya dengan menyebarkan imbauan-imbauan kepada masyarakat terkait virus corona. Menghentikan sementara car free day hari hingga batas waktu yang tak ditentukan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menghadiri acara-acara yang mengundang banyak massa karena sangat berisiko terjadi penyebaran virus corona,” kata bupati.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dr Deden Boni Koswara mengatakan hingga saat ini di Indramayu baru ditemukan 3 orang ODP  dan 1 orang PDP (pasien dalam pengawasan). Untuk yang ODP, 1 sudah selesai dan 2 orang masih dalam tahapan pemantauan. Sementara yang PDP dinyatakan negatif covid-19.

“Alhamdulillah untuk warga yang PDP, telah dilakukan pemeriksaan secara intensif dengan mengirimkan sampel ke litbang Kementerian Kesehatan dan hasilnya negatif covid-19,” terang Deden kepada Radar Indramayu, Minggu (15/3).

Plt Bupati Indramayu H Taufik Hidayat SH MSi mengatakan meski Indramayu negatif covid-19, namun pemerintah beserta forkopimda dan pihak terkait terus melakukan upaya pencegahan. Misalnya melakukan penyemperotan disinfektan ke sejumlah tempat-tempat strategis, seperti rumah sakit, tempat ibadah, terminal, stasiun dan tempat-tempat lain yang sering menjadi tempat kerumunan warga.

Selain itu, juga akan melakukan pemeriksaan terhadap TKI yang baru kembali dari luar negeri, serta nelayan. Selain itu, kunjungan tamu dari luar negeri atau luar daerah juga akan diperketat. Taufik mengajak warga untuk tetap waspada, tapi jangan takut berlebihan. Masyarakat sebaiknya lebih menjaga kebersihan dan kesehatan. Selain itu diharapkan menghindari adanya kerumunan. (abd/dri/ono/fik/oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *