Stadion Bima untuk Pasien Corona, Akan Dipakai Jika Situasi Mendesak

oleh -626 views
BILA SITUASI DARURAT: Lapangan Madya Bima bakal dijadikan lokasi isolasi pasien virus corona atau Covid-19 jika jumlah pasien terus bertambah. Hingga kemarin RSD Gunung Jati tak bisa lagi menampung PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON- Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon telah memperkirakan kemungkinan terburuk dalam penanganan virus corona atau Covid-19. Sadar akan keterbatasan Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) sebagai layanan medis rujukan, Lapangan Madya Bima Kota Cirebon dipersiapkan sebagai ruang isolasi ketika kondisi darurat.

“Lapangan Madya Bima disiapkan untuk kondisi darurat isolasi. Kalau nanti terjadi sesuatu yang meledak-ledak, pemkot sudah prepare. Jadi pakai tenda darurat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon dr Edy Sugiarto MKes kepada Radar Cirebon di kantor dinasnya, Selasa (17/3).

Edi kembali menegaskan Lapangan Bima Madya bisa dipakai jika kemungkinan terburuk terjadi. Ia berharap yang terbaik. Terkaitkemungkinan bertambahnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSDGJ secara drastis, Edi meminta rumah sakit yang ada di wilayah 3 Cirebon untuk mempersiapkan ruang isolasi sendiri. “Artinya kalau terjadi outbreak (peningkatan insidensi kasus secara drastis dan mendadak, red) harus siap semua,” terangnya.

Seperti diketahui, RSD Gunung Jati hanya memiliki 6 bed di ruang isolasi. Sementara permintaan rujukan dari rumah sakit-rumah sakit sewilayah 3 Cirebon terkait penanganan wabah corona membeludak dan mengharuskan pasien masuk waiting list atau daftar tunggu.

Edi menegaskan, ruang isolasi RSDGJ tak memungkinkan untuk menambah bed. Alasannya, mempertimbangkan faktor teknis dan fungsional. Seperti tekanan negatif, oksigen, dan sejumlah alasan lain. Untuk itu, sambung dia, ODP (orang dalam pemantauan) cukup melakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat dan mengisolasi diri di rumah masing-masing selama masa inkubasi virus, yakni 14 hari.

Pasien waiting list di RSDGJ, kata Edi, berasal dari wilayah 3 Cirebon. Mereka sudah ditangani di rumah sakit terdekat di daerah masing-masing. “RS Gunung Jati penuh. Untuk sementara rumah sakit di seluruh wilayah mengaktivasi diri, meng-upgrade kemampuannya untuk bisa menangani. Jangan dirujuk semua, overload,” jelasnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cirebon Tri Mulyaningsih mengatakan ada 8 orang di Kota Cirebon yang bestatus ODP. Dua di antaranya sudah melewati masa inkubasi. Mereka sebelumnya memiliki riwayat perjalanan masing-masing. Ada yang dari luar negeri atau pulang ibadah umrah.

Delapan orang tersebut, kata Tri, dari 4 kelurahan. Dinkes telah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan berkelanjutan. Seperti pengamatan terhadap perjalanan ODP. Ia mengimbau agar masyarakat menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Cuci tangan, olahraga atau aktivitas fisik teratur, dan makan gizi sehat dan seimbang,” pesannya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *