Penumpang Kereta Api Turun 10 Persen

oleh -78 views
social-distancing-kereta-api
JAGA JARAK: Penumpang mengantre di boarding Stasiun Kejaksan dengan menjaga jarak 1 meter, Kamis (19/3). Terjadi penurunan penumpang kereta api sejak diberlakukan Waspada Covid 2019. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon

CIREBON– Mewabahnya virus corona di sejumlah wilayah, berimbas pada sektor transportasi publik. Okupansi penumpang kereta api dilaporkan mengalami penurunan sekitar 10  persen akibat kondisi ini.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) III Cirebon Luqman Arif menyebutkan, penumpang kereta api yang dilayani stasiun di wilayah Kerja PT KAI Daops III dalam kondisi normal dirata-ratakan berjumlah 5.861 orang per hari.

Pihaknya mencatat terjadi penurunan di masa pemberlakuan Waspada Covid-19 sejak 2 Maret. Tercatat penumpang yang dilayani stasius-stasiun wilayah kerja PT KAI Daops III menjadi 5.263 orang.

“Terjadi penurunan, kisaran 10 persen. Namun, seluruh perjalanan kereta api yang dilayani stasiun-stasiun wilayah kerja Daops III tidak terganggu, tidak ada keterlambatan maupun pembatalan perjalanan kereta api,” kata Luqman, kepada Radar Cirebon, Kamis (19/3).

Terkait refund atau pembatalan pemesanan oleh penumpang, Luqman menyebutkan ada beberapa pembatalan pemesanan. Biasanya itu dilakukan oleh pemesan yang akan melakukan perjalanan secara rombongan seperti darmawisata sekolah-sekolah, instansi dan lainya.

Yang membatalkan pemesanan beberapa dari rombongan tur. Mereka ada yang melakukan reschedule ada juga yang refund. Namun, untuk pembatalan pemesanan perjalanan yang sifatnya penumpang perorangan relatif sedikit.

Pihaknya belum memantau adanya pembatalan pemesanan pada tiket kereta api musim arus mudik yang sebelumnya sudah bisa dipesan sejak H-90 keberangkatan. “Kita semua berharap agar pada musim arus mudik nanti, kondisi seperti sekarang ini sudah kembali aman dan normal kembali,” tuturnya.

Dia menambahkan, Daops III sudah mengantisipasi situasi seperti ini dengan memberlakukan standar pemeriksaan keamanan kesehatan bagi seluruh penumpang. Petugas di stasiun maupun kru perjalanan kereta api. Penyediaan hand sanitizer dan telah dilakukan pembagian masker.

Beberapa hari lalu telah dilakukan penyemprotan disenfektan di lingkungan sekitar stasiun, dan di dalam gerbong kereta api yang akan diberangkatkan. Selain itu, setiap penumpang yang hendak masuk peron, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan thermalgun.

Bagi penumpang yang suhunya terdeteksi 38 derajat ke atas, tidak perkenankan melakukan perjalanan kereta. “Kemarin sempat ada seorang penumpang, kita beri pengertian akhirnya penumpang itu menerima, tiketnya langsung di-refund dan disarankan untuk segera berobat ke fasilitas medis,” imbuhnya. (azs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *