Wajib Tahu, Begini Cara Penyebaran Virus Corona

oleh -187 views
cara-penyebaran-virus-corona
ANTISIPASI: Aston Cirebon Hotel & Convention Center menyediakan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan di 50 titik area hotel untuk mencegah penyebaran virus corona. Foto: DOK.Nurvia Pahlawanita/Radar Cirebon

CIREBON Virus corona menjadi pandemi dunia. Di wilayah Jawa Barat saat ini sudah 41 orang dinyatakan positif, 4 diantaranya sembuh dan 7 meninggal dunia. Untuk mencegah penularan, masyarakat wajib tahu cara penyebaran virus corona?

Menurut World Health Organization (WHO), orang dapat tertular COVID-19 dari orang lain yang memiliki virus. Penyakit ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang dengan COVID-19 batuk atau buang napas.

Tetesan ini mendarat pada benda dan permukaan di sekitar orang tersebut. Orang lain kemudian menangkap COVID-19 dengan menyentuh benda atau permukaan ini, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.

Manusia juga dapat tertular COVID-19 bila mereka menghirup tetesan dari seseorang dengan COVID-19 yang batuk. Inilah sebabnya mengapa penting untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter (3 kaki) dari orang yang sakit.

WHO sedang menilai penelitian yang sedang berlangsung tentang cara-cara COVID-19 tersebar dan akan terus berbagi temuan yang diperbarui.

WHO menambahkan gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap.

Namun, beberapa orang yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tak merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19 sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas.

Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin terkena penyakit serius. Orang dengan demam, batuk dan kesulitan bernapas harus mendapat perhatian medis. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *