RS Waled Penuh, Perlu Penambahan Tempat Tidur Atau Ruangan Baru

oleh -3.247 views
Infografis Penambahan Ruang Isolasi Covid-19 Kota/Kab Cirebon dan Majalengka

CIREBON- RSUD Waled kembali menerima pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Hingga kemarin total ada 9 PDP yang dirawat di rumah sakit yang ada di wilayah timur Cirebon itu. Dengan penambahan pasien itu, maka RSUD Waled sudah penuh. Perlu penambahan tempat tidur atau ruangan baru.

Direktur RSUD Waled dr H Budi Setiawan Soenjaya MM membenarkan pihaknya kembali menerima 1 PDP. Kini totalnya 9 orang PDP.Karena penuh, pihaknya pun sudah tidak bisa lagi menerima PDP Covid-19. “Kita mau isolasi di mana, ruangan isolasi sudah penuh. Jadi kalau ada PDP yang datang, kami akan mengarahkan ke rumah sakit lainnya,” jelasnya.

Pihaknya berencana untuk menambah kuota pasien ruang isolasi menjadi 15 pasien. “Kita ingin nambah 8 kuota lagi. Ruangan sudah ada, namun kendalanya yaitu terbentur dengan infrastruktur ruangan sehingga kita belum bisa wujudkan penambahan kuota pasien ruangan isolasi,” tuturnya.

Ia pun meminta Pemkab Cirebon menambah rumah sakit rujukan Covid-19 dengan melibatkan rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Cirebon. “Kalau hanya andalkan rumah sakit pemerintah dengan wabah yang sudah pandemik, tentunya tidak bisa. Sehingga rumah sakit swasta juga perlu dilibatkan untuk dijadikan RS rujukan,” tuturnya.

Pihaknya sendiri sudah membentuk Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Waled. Satgas ini diketuai oleh dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein SpPD MM. Dalam satgas ini ada 10 dokter spesialis. Antara lain spesialis penyakit dalam, spesialis microbiologi, spesialis anak, spesialis paru-paru, spesialis radiologi, spesialis patologi klinik, spesialis anestesi ICU, spesialis THT, spesialis bedah, dan spesialis forensik.

Ia juga memastikan belum ada satupun PDP di RSUD Waled yang dinyatakan positif Covid-19. “Tiga PDP sudah diambil swabnya dan sudah dikirim ke Jakarta, tinggal nunggul hasil. Sedangkan empat pasien lainnya tengah dalam proses pengambilan swab untuk dikirimkan ke Kemenkes,” ujarnya.

Terkait riwayat ketujuh PDP yang tengah ditangani itu, Budi menjelaskan semuanya merupakan orang yang bepergian ke daerah yang terpapar Covid-19. “Mereka ini dua lelaki dan lima orang wanita. Mereka sebelumnya telah bepergian ke luar kota (ke daerah yang terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Wadir Pelayanan Medis RSUD Waled dr Dwi Sudarni juga mengatakan ruangan over kapasitas. Pihaknya terpaksa menggunakan ruangan yang belum 100 persen menjadi ruangan isolasi untuk bisa ditempati pasien yang sudah mulai membaik.

“Harusnya kan tujuh pasien, ini sembilan. Jadi dua orang yang sudah agak mendingan kita pindahkan ke ruangan isolasi yang belum 100 persen alat-alatnya karena masih dalam pengadaan penambahan ruangan isolasi,” ujar Dwi Sudarni.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enni Suhaeni MKes mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat kepada seluruh rumah sakit di Kabupaten Cirebon agar menyediakan ruangan isolasi penanganan Covid-19. “Pak Bupati sudah mengirimkan surat ke seluruh rumah sakit di Kabupaten Cirebon agar menyediakan ruang isolasi untuk penanggulangan Covid- 19,” kata Enni.

Dia mengatakan sehingga ada total 11 rumah sakit di Kabupaten Cirebon yang siap melakukan penanganan Covid-19. Terkait anggaran penambahan kapasitas ruang isolasi, pihaknya meminta agar RS milik Pemkab Cirebon segera mengajukan anggaran kepada pemkab. “Mereka gunakan anggaran yang ada saja dulu. Kalau mentok ya silakan ajukan anggaran kepada Pemkab Cirebon,” tandas Enni. (den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *