IDI Desak Pemkot Penuhi Kebutuhan APD dan Gizi Tim Medis Tangani Corona

oleh -228 views
APD-dokter-perawat-idi-kota-cirebon
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon, dr M Edial Sanif saat ditemui radarcirebon.com di ruang kerjanya, Selasa sore (24/3). Foto: Dedi Haryadi/Radar Cirebon

CIREBON – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon merasa prihatin atas minimnya alat pelindung diri (APD) untuk para dokter dan petugas medis yang menangani pasien suspect maupun positif corona atau COVID-19 di rumah sakit.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon mendesak Pemkot Cirebon segera memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) secara lengkap dan terstandar bagi tim medis.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon, dr M Edial Sanif saat ditemui radarcirebon.com di ruang kerjanya, Selasa sore (24/3).

Dijelaskan dr M Edial Sanif, tim medis merupakan garda terdepan dalam upaya memberantas pandemi virus Corona (COVID-19). Apalagi sudah ada dokter dan tim medis lain yang positif Corona, bahkan meninggal dunia.

“Kami (IDI) meminta Pemkot Cirebon agar melengkapi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi paramedis. APD merupakan baju pengaman yang dipakai dalam keadaan tertentu. Dalam kasus virus Covid-19, digunakan oleh petugas medis untuk melindungi diri dari paparan virus yang ada pada tubuh pasien positif,” jelas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini.

dr M Edial Sanif menuturkan, minimnya APD di Kota Cirebon bisa berakibat fatal bagi para tenaga medis yang melakukan kontak langsung dengan pasien dan berpotensi terpapar juga oleh virus tersebut.

“Selain APD, pemerintah, rumah sakit dan steakholder juga perlu memperhatikan gizi-gizi tim medis yang menangani Virus Corona,” tuturnya.

dr Edial mengimbau masyarakat harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh pemerintah.

“Agar terhindar atau memutus mata rantai penyebaran Virus Corona masyarakat diminta tidak keluar rumah, menjaga jarak secara fisik antara satu orang dengan orang yang lain, dan cuci tangan secara rutin menggunakan sabun. Ini adalah langkah yang paling bagus dan paling benar untuk mengurangi risiko terjadinya penularan,” imbaunya.

Masih kata dr Edial, IDI tidak membentuk tim khusus dalam menangani Virus Corona ini.

” Di Kota Cirebon tercatat ada 500 dokter yang menjadi anggota IDI dan tersebar di semua rumah sakit. Dalam menangani Covid-19, IDI tidak membentuk tim khusus, karena tim-tim itu sudah ada di dinas kesehatan sebagai leading sectornya, IDI hanya berkoordinasi dengan Dinkes, Pemkot dan unit-unit kerja lain yang menangani Covid-19 ini,” pungkasnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *