Isolasi bikin Happy

oleh -84 views
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Foto: Badminton Indonesia.org

JAKARTA – Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi satunya-satunya yang berhasil meraih gelar juara All England Open 2020 di Arena Birmingham, Inggris, beberapa waktu lalu. Kepastian pasangan peringkat empat dunia menempati podium tertinggi turnamen level Super 1.000 tersebut usai mengalahkan unggulan ketiga asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai lewat pertarungan rubber set dengan skor 21-15, 17-21 dan 21-8 (15/3).

Hasil itu sekaligus menambah rekor kemenangan Praveen/Melati atas pasangan ranking tiga dunia itu menjadi 4-2. Bahkan, itu menjadi kemenangan empat kali berturut-turut Praveen/Melati atas Devhapol/Sapsiree sejak pertemuannya di All England 2019 lalu.

Namun, raihan juara Praveen/Melati itu sangat berbeda seperti musim-musim sebelumnya. Sebab, Praveen/Melati sukses mengangkat trofi juara All England 2020 di tengah-tengah merebaknya virus Corona atau Covid-19 yang kini telah menjadi pandemi global.

Meski merasa khawatir dengan penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu, namun Praveen/Melati mencoba fokus pada setiap pertandingan dan berhasil meraih gelar juara berkat kegigihannya di setiap laga.

“Khawatir itu pasti ada di tengah wabah Corona begini. Tapi nggak terlalu mikirin ke situ. Lebih fokus ke pertandingan. Saya tetap jaga diri, seperti cuci tangan dan sebagainya,” ujar Melati seperti dikutip situs resmi PBSI, Senin (23/3).

“Waktu di sana sih saya nggak ada rasa khawatir, mungkin karena terlalu fokus ke pertandingan,” tambah Praveen, yang mengaku tidak terlalu memikirkan penyebaran virus tersebut.

Bagi Melati, ini adalah gelar All England pertamanya. Namun, buat Praveen, gelar ini merupakan gelar kedua. Sebelumnya, Praveen juga menjadi juara All England di tahun 2016 bersama Debby Susanto.

“Rasanya pasti senang karena kami bisa membuktikan. Di tengah virus Corona kami bisa jadi juara. Sekarang bisa juara lagi dengan partner berbeda. Ini yang membuat saya tambah senang,” tutur Praveen.

Akibat merebaknya virus Corona ini, tak ada penyambutan yang dilakukan pemerintah atau pun PBSI kepada sang juara tersebut. Kondisi darurat Covid-19 membuat PP PBSI meniadakan acara penyambutan juara All England yang sudah menjadi tradisi selama bertahun-tahun. Meski demikian, hal itu tidak menjadi persoalan.

Nggak apa-apa, demi kebaikan semuanya. Memang agak berkurang euforianya. Rasanya senang juara tapi ada rasa khawatir,” jawab Melati.

Saat ini, Praveen/Melati sendiri sedang menjalani isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung. Ya, seluruh tim All England 2020 mulat dari atlet hingga ofisial wajib menjalani isolasi selama 14 hari sekembalinya dari Birmingham, Inggris. Dalam menjalani isolasi itu, bukan berarti Praveen/Melati tidak menjaga kebugaran mereka. Mereka megaku tetap menjalankan instruksi pelatih untuk menjga kondisi tubuh agar tetap fit. (gie/fin/tgr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *