Otodidak, Warga Kongsijaya Sulap Paralon Bekas Jadi Lampu Hias

oleh -103 views
Paralon bekas
TERAMPIL: Wasmin (40), warga Desa Kongsijaya Kecamatan Widasari menunjukkan hasil kreasinya berupa lampu hias dari paralon bekas di kediamannya, kemarin (23/3). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

Kreativitas Wamin (40), salah seorang warga Desa Kongsijaya Kecamatan Widasari layak diancungi jempol. Lewat belajar otodidak, Wamin mampu menyulap paralon bekas yang tidak terpakai menjadi hiasan cantik dan benilai ekonomis.

ANANG SYAHRONI, Widasari

AWALNYA, Wamin sangat prihatin dengan banyaknya paralon bekas yang terbuang sia-sia. Bahkan menjadi limbah. Dari limbah paralon itu, muncul ide Wamin untuk membuat kreasi seni berupa hiasan dari paralon bekas itu. Sejak Oktober 2019, Wamin mulai serius merealisasikan idenya itu. Dia mencari teknik daur ulang paralon bekas di Youtube. Lewat belajar secara otodidak melalui chanel Youtube, Wamin mampu membuat kreasi lampu hias yang terbuat dari paralon bekas yang dibakar dan diukir dengan berbagai hiasan seperti kaligrafi dan bunga.

Selama 6 bulan menjalankan kreasinya, Wamin mampu menjual 97 lampu hias ke berbagai daerah, seperti wilayah Jakarta, Banten, dan Wilayah III Cirebon dengan pemasaran melalui media sosial. Hiasan dari parlon bekas itu, ia banderol mulai dari harga Rp100 ribu sampai Rp250 ribu, tergantung tingkat detailnya desain ukiran paralon. “Sudah 97 unit lampu hias terjual. Paling banyak permintaan desainnya yang kaligrafi dan motif bunga,” tuturnya kepada Radar Indramayu, kemarin (23/3).

Dalam sehari, Wamin dapat memproduksi lampu hias berbahan paralon bekas sebanyak 3 sampai 4 unit, tergantung tingkat kesulitas desain ukirannya.

Untuk saat ini, lanjut Wamin, dirinya masih memproduksi lampu hias saja, seperti lampu meja dan lampu tembok. Rencana kedepan, akan merambah ke gantungan kunci, souvenir lainnya, dan jam dingding.

Wamin bersyukur, usaha dan kerja kerasnya itu mulai dilirik pemerintah desa untuk dijadikan sebagai produk unggulan desa karya masyarakat. “Semoga saja kedepan saya bisa membuat galeri sendiri,” harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *