WHO: Lockdown Tak Dapat Kalahkan Virus

oleh -154 views
MAKIN BANYAK: Seorang pekerja mengambil peti mati di Kuil Krematorium Piacenza, Italia Utara, jenuh dengan mayat menunggu kremasi karena keadaan darurat coronavirus Senin (23/3). Bagi kebanyakan orang, coronavirus baru hanya menyebabkan gejala ringan atau sedang. Bagi beberapa orang itu dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah, terutama pada orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan. AP PHOTO

JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, bahwa penguncian wilayah (Lockdown) yang dilakukan oleh banyak Negara, tidak dapat dengan mudah mengalahkan virus Corona (Covid-19).

Pakar darurat WHO, Mike Ryan mengatakan, cara yang baik adalah dengan mengambil langkah-langkah kesehatan yang masyarakat perlukan untuk menghindari kebangkitan virus di kemudian hari.

“Yang benar-benar perlu kita fokuskan adalah menemukan mereka yang sakit, mereka yang memiliki virus, dan mengisolasi mereka, menemukan kontak mereka dan mengisolasi mereka,” kata Mike dilansir di BBC, Senin (23/3).

“Jika kita tidak menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang kuat sekarang, ketika pembatasan gerakan dan penguncian itu dicabut, bahayanya penyakit ini akan muncul kembali,” imbuhnya.

Sebagian besar Eropa dan Amerika Serikat mengikuti China dan negara-negara Asia lainnya dengan melakukan pembatasan drastis untuk memerangi virus corona covid-19. Upaya yang dilakukan yakni sebagian besar pekerja disuruh bekerja dari rumah dan sekolah, bar, pub dan restoran ditutup.

Ryan mengatakan, bahwa contoh-contoh dari China, Singapura dan Korea Selatan, yang ditambah pembatasan dengan langkah-langkah keras untuk menguji setiap kemungkinan suspek, memberikan model untuk Eropa. Saat ini, menurut WHO, Eropa telah menggantikan Asia sebagai pusat pandemi.

“Setelah kami menekan transmisi, kami harus mencari virusnya. Kita harus berjuang melawan virus,” ujarnya.

Italia sekarang adalah negara yang paling parah terkena virus di dunia. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memperingatkan bahwa sistem kesehatan Inggris bisa kewalahan kecuali orang menghindari interaksi sosial.

Menteri Perumahan Inggris, Robert Jenrick mengatakan, produksi tes akan berlipat ganda minggu depan dan meningkat setelahnya.

Ryan juga mengatakan, bahwa beberapa vaksin sedang dikembangkan, tetapi hanya satu yang memulai uji coba di AS. Ditanya berapa lama sebelum tersedia vaksin di Inggris, dia mengatakan, bahwa orang-orang perlu realistis.

“Kita harus memastikan bahwa itu benar-benar aman, kita berbicara setidaknya satu tahun. Vaksin akan datang, tetapi kita harus keluar dan melakukan apa yang perlu kita lakukan sekarang,” pungkasnya. (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *