1 PDP Indramayu Meninggal, “Ditolak” 14 Rumah Sakit

oleh -3.539 views
Ilustrasi Pasien

SATU orang pasien pria yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu, Selasa (24/3). Pasien meninggal sebelum sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu.

Direktur Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu dr Dedi Rohendi mengatakan pasien yang meninggal tersebut memiliki gejala sesak napas berat, demam, batuk berdahak, dan nyeri seluruh badan. Namun belum sempat dilakukan tes, apakah yang bersangkutan negatif atau positif Covid-19.“Pasien tinggal di Bekasi namun asal dari Kabupaten Indramayu. Saat datang kondisi memburuk, tiba-tiba sesak napas dan nyawanya tidak tertolong,” ungkap Dedi, Rabu (25/3).

Dijelaskan, pasien tersebut datang ke RS Mitra Plumbon Indramayu pada hari Senin lalu (23/3). Saat datang ke rumah sakit kondisi pasien demam. Gejala yang muncul pada pasien mirip dengan gejala serangan virus Covid-19. Namun karena keterbatasan alat dan petugas, pasien tersebut belum bisa ditentukan positif atau negatif Covid-19.

Pasien sebenarnya akan dirujuk ke rumah sakit lain, namun rumah sakit rujukan penuh. Pihak rumah sakit sudah menghubungi 14 rumah sakit yang ada di Jakarta dan Jawa Barat, namun semuanya penuh.

Sementara itu, guna mencegah penyebaran Covid-19, Gugus Tugas Covid-19 Indramayu gencar menyemprot ruang terbuka publik. Penyemprotan difokuskan terhadap jalan-jalan protokol yang ada di Kabupaten Indramayu. Ruang pelayanan publik pun tak luput disemprot oleh para petugas. Sebelum penyemprotan para petugas meminta warga untuk menghentikan aktivitasnya masing-masing dan berdiam diri di dalam rumah.

Kepala Pelaksanan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana mengatakan petugas akan melanjutkan penyemprotan hingga situasi dan kondisi dirasa sudah aman. “Ini akan terus kita lakukan hingga kondisinya kembali normal,” tegas Edi. Penyemprotan cairan disinfektan tersebut dibantu oleh anggota Kodim 0616 Indramayu, Polres Indramayu, Damkar, Satpol PP, dan Tagana.

Informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, hingga Rabu (25/3) pukul 14.00, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Indramayu mencapai 119 orang, dan 18 di antaranya selesai pemantauan. Sementara pasien dalam pengawasan ada 13 orang, dan 1 orang dinyatakan negatif. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *