Bantuan APD dari China Made in Indonesia, Ini Penjelasannya

oleh -915 views
ganjar-pranowo-apd-bantuan-china-made-in-indonesia
Gubernur Ganjar menunjukkan bantuan APD dari pusat yang didatangkan dari China. Foto: Humas Pemprov Jateng

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mendapat bantuan 10 ribu alat pelindung diri (APD) yang datang dari China. Menariknya bantuan APD berupa baju coverall itu tertulis made In Indonesia alias buatan Indonesia.

“Yang menarik, ini diambil dari China, ternyata ini Made in Indonesia. Ini sesuatu produk yang luar biasa, semoga ini jadi pembelajaran,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (24/3/2020).

“Meskipun saya tidak bisa baca (tulisan Mandarin) ini, saya bisa membaca yang ini, made in Indonesia,” sambung dia,

Ganjar menyebut bantuan baju coverall itu didistribusikan ke-61 rumah sakit di Jateng. Dia berharap pendistribusian APD ini segera rampung agar bisa digunakan untuk merawat pasien Corona.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo, menjelaskan soal alat pelindung diri atau APD bantuan dari China yang bertuliskan “Made in Indonesia”.

Ia pun mengatakan bahwa banyak pabrik pembuatan alat pelindung diri yang ada di Indonesia. “Bahkan tidak hanya APD banyak produk terkenal seperti pakaian, sepatu, tas, dan lain-lain yang pabriknya juga berada di Indonesia,” kata dia.

Menurut Agus, meski dibuat di Indonesia, semua bahan baku alat pelindung diri ini berasal dari negara yang memesan seperti China atau Korea. Ia menyebut pabrik di Indonesia hanya menjahit dan merapikan agar siap pakai.

Setelah jadi, APD itu, kata Agus, akan dikirim kembali ke negara pemesan. “Untuk dipakai sendiri atau dijual kembali ke mana saja, bisa juga dijual ke Indonesia lagi,” katanya.

Ia pun menuturkan pernah ada kejadian Bea Cukai menemukan APD yang akan diekspor ke Korea. Padahal itu APD memang punya Korea. “Karena kita sedang butuh maka ditahan dulu agar bisa dipakai di Indonesia,” kata Agus.

Menurut Agus, setelah negosiasi dengan Kedutaan Besar Korea maka disepakati setengah APD itu diekspor dan sisanya digunakan untuk dalam negeri. “Itulah kenapa APD yang dipakai made in Indonesia,” katanya.

“Bisa jadi APD bantuan China seperti itu juga, jadi jangan heran jika APD bantuan atau beli di China tapi made in Indonesia.” (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *