HIPMI Wilayah III Isolasi Mandiri

oleh -109 views
Infografis Bupati Karawang Positif Covid-19

CIREBON- Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana positif virus corona atau Covid-19. Cellica bahkan menyatakan sendiri melalui media sosial, termasuk diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kuat dugaan Cellica tertular saat menghadiri musyawarah daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesi (HIPMI) Provinsi Jawa Barat di Karawang. Karena itu, mereka yang menghadiri acara itu diminta melakukan tes corona.

Ketua HIPMI Kota Cirebon Reza Mansyur mengakui ia bertemu langsung dengan Cellica. Bahkan salaman dengan orang nomor satu di Karawang itu sebanyak dua kali. Reza menjelaskan, sebelum acara pembukaan tanggal 9 Maret, malam sebelumnya di tanggal 8 Maret, jajaran HIPMI sempat disambut bupati Karawang melalui acara gala dinner. Di situ, Reza bersalaman dengan Cellica.

Besoknya, tanggal 9 Maret, ia bertemu lagi ketika Cellica menghadiri pembukaan Musda HIPMI yang juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Di situ, Reza kembali bersalaman dengan Cellica. Dari Kota Cirebon tak hanya Reza, ada juga pengurus lainnya. Termasuk anggota DPRD Kota Cirebon Harry Saputra Gani sebagai peserta peninjau. Totalnya, kata Reza, dari Kota Cirebon sebanyak 19 orang.

Reza menegaskan agenda itu digelar sesuai mekanisme, termasuk perizinan juga ditempuh sehingga saat musda digelar sudah mendapatkan izin. Ia menjelaskan, musda ini sebenarnya dilaksanakan sebelum ada seruan sosial distancing oleh pemerintah. “Saat itu belum ada seruan social distancing. Kalau ada, pasti musda kita batalkan,” tegasnya saat dikonfirmasi Radar Cirebon, kemarin (25/3).

Dirinya juga tidak menampik setelah musda banyak yang sakit. Hanya saja sakitnya peserta karena kelelahan mengikuti musda. Setelah ramainya corona, HIPMI Jabar dan DPP HIPMI sudah melakukan tes corona dan hasilnya negatif. Ia sendiri sudah melapor ke Dinkes Kota Cirebon, namun belum bisa melakukan tes karena alatnya belum ada.

“Kami (19 orang, red) sudah ke dinkes, ternyata disuruh isolasi di rumah masing-masing karena dinkes tidak punya rapid test,” bebernya. Karena diminta mengisolasi diri di rumah, Reza menuruti saran dinkes. “Sekarang hanya di rumah saja,” ucapnya.

Sementara itu, pihak yang juga salaman dengan Cellica adalah Ketua HIPMI Kabupaten Kuningan H Indra Gunawan. Indra sendiri beserta belasan pengurus lainnya hadir di acara tersebut. “Betul musda itu saya ikut. Saat gala dinner di Pendopo Bupati Karawang saya salaman. Duduk satu meja sama Bu Cellica,” aku Indra saat dikonfirmasi Radar Kuningan, Rabu (25/3).

Ia membenarkan saat acara musda, Bupati Cellica juga datang, berkumpul bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana di deret kursi paling depan. Ia sendiri datang terlambat ke acara musda. Indra kebagian kursi duduk di bagian pojok paling belakang. “Saya juga tidak sapa, tidak salaman waktu bubar musda itu,” ujarnya.

Diakui, ia terkejut saat mendengar Bupati Cellica positif Covid-19. Indra pun berterus terang kini ikut khawatir karena pernah bersalaman dan satu meja ketika gala dinner. Meski dalam posisi jauh saat musda, ia merasa tetap harus waspada. Bahkan setibanya di Kuningan, Ia berkonsultasi dengan dinas kesehatan.

Masa inkubasinya selama 14 hari sejak musda juga sudah lewat. “Alhamdulillah saya sehat. Tidak apa-apa,” aku Indra lagi. Ditanya sudah melakukan tes kesehatan, Indra mengaku belum dengan alasan tidak ada alat rapid test di Kuningan.

Ia hanya berpatokan pada masa inkubasi 14 hari sudah lewat, sudah berkonsultasi dengan dinas kesehatan. Semasa itu, ia tidak merasakan sama sekali gejala Covid-19. “Belum periksa, alat rapid test belum ada. Karena yang akurat it, rapid test. Kalau ada, saya mau tes lewat alat rapid test itu,” terang Indra.

Indra juga memastikan sekitar 12 pengurus HIPMI Kuningan yang juga hadir pada Musda HIPMI Jabar di Karawang sementara negatif corona. Selain mereka sudah memahami untuk memeriksakan diri, ia bersama pengurus lain itu saling berkoordinasi terkait kemungkinan penularan corona dari bupati Karawang. “Tapi oleh dinas kesehatan kami diinstruksikan isolasi mandiri dulu,” pungkas Indra.

Terpisah, Ketua HIPMI Kabupaten Cirebon Eki Bachtiar menyebut ada 3 orang delegasi dari Kabupaten Cirebon yang menghadiri Musda HIPMI Jawa Barat yang digelar di Karawang. Eki sendiri tak kaget saat ia dihubungi jurnalis terkait kegiatan itu, di mana akhirnya bupati Karawang diketahui positif corona.

“Alhamdulillah kondisi saya sendiri saat ini sehat. Rekan-rekan saya yang ikut dalam kegiatan itu juga sehat. Kami bertiga berangkat dari Cirebon. Saya sudah menjalankan protokol kesehatan dengan mengkarantina diri di rumah dan saat ini sudah lewat 14 hari,” ujarnya kepada Radar Cirebon, kemarin.

Eki mengaku sudah menghubungi Dinkes Kabupaten Cirebon untuk berkoordinasi. Hasilnya, pihak dinkes akan segera mengirimkan petugas medis untuk melakukan tes untuk mengetahui apakah ia terpapar virus corona atau tidak. “Kalau keyakinan saya sih tidak ya. Karena yang positif itu tamu VVIP yang duduknya di barisan paling depan. Sedangkan kami duduk di bagian paling belakang. Aktivitas sewaktu di sana pun benar-benar kita batasi,” imbuhnya.

Ditegaskan, delegasi dari Kabupaten Cirebon tidak secara langsung bersentuhan dengan pihak-pihak yang hari ini dinyatakan positif corona. Hanya, menurutnya, delegasi dari Cirebon sempat bersentuhan dengan Ketum HIPMI yang saat ini sudah mengikuti tes dan hasilnya negative, bahkan kondisinya sehat.

“Insya Allah kami siap mengikuti tahapan untuk tes itu, meskipun kami yakin saat ini dalam kondisi sehat. Terlebih kami sudah melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Kondisi saya alhamdulillah sehat. Abdul Hadi sekum saya juga sehat dan Mas Zami alhamdulillah sehat juga,” katanya.

Tes corona, menurut Eki, akan dilaksanakan sesudah alat atau perlengkapan tes yang dikirimkan dari provinsi tiba di Cirebon. “Saya sudah koordinasi dengan ibu Kadis Kesehatan Kabupaten Cirebon. Saya dijanjikan besok  (hari ini, red) untuk test Covid-19 bersama-sama dengan delegasi HIPMI yang lain. Sepertinya alatnya belum datang dari Pemprov Jabar. Kami diinstruksikan oleh gubernur untuk koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara Ketua HIPMI Kabupaten Indramayu Ahmad Mujani Nur mengatakan dalam kegiatan HIPMI Jawa Barat di Karawang tersebut dari HIPMI Kabupaten Indramayu mengitimkan sembilan orang, termasuk dirinya. Mereka mengikuti kegiatan selema empat hari di Karawang. “Alhamdulillah kami saat ini masih sehat-sehat saja,” ungkap anggota Fraksi PKB DPRD Indramayu ini kepada Radar Indramayu, kemarin.

Terkait anjuran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar melakukan rapid test, Mujani menyatakan siap. Hanya saja sampai saat ini masih menunggu alatnya. “Saat ini semua ketua dan pengurus HIPMI kabupaten/kota se-Jawa Barat masih bingung, menunggu alat rapid test,” ungkapnya. Ia berharap rapid test bisa secepatnya dilakukan, seperti telah dilakukan terhadap pengurus HIPMI Jawa Barat, dan hasilnya negatif.

Dari Majalengka, Ketua HIPMI Kabupaten Majalengka H Muhammad Afzal SP mengakui pihaknya mengirimkan perwakilan ke Karawang. “Saya tidak ikut. Namun kami mengirimkan 7 orang. Ada sekum, bendahara umum, pengurus HIPMI dan para senior,” kata Afzal saat dihubungi Radar Majalengka, Rabu (25/3).

Ia mengaku prihatin terkait penyelenggaraan Musda HIPMI Jawa Barat lebih dari dua pekan lalu dikabarkan menuai penyebaran virus corona. Namun pihaknya mengklaim tujuh orang perwakilan pengurus HIPMI Majalengka statusnya sehat. Mereka tidak menunjukkan gejala sakit apapun.

Misalnya batuk, demam, sesak napas, dan lainnya yang dijadikan indicator atau gejala Covid-19. “Karena per hari ini (kemarin, red) sudah 17 hari dari acara Musda HIPMI Jabar di Karawang. Artinya bisa dikatakan statusnya aman karena sudah lewat waktu 14 hari untuk masa inkubasi virus itu,” tegas Afzal.

Secara pribadi, dirinya juga sudah memantau kondisi keluarga atau orang dekat dari ketujuh peserta yang ikut musda tersebut. “Dan alhamdulillah keluarga atau orang dekatnya tak ada yang menunjukkan gejala mencurigakan yang bisa diindikasikan terpapar virus corona,” kata dia.

Pihaknya pun sudah berkoordinasi dan melapor ke dinas kesehatan. Ia meminta Dinkes Majalengka melakukan tes terhadap tujuh peserta itut. “Kami masih menunggu perkembangan rencana cek kesehatan. Saya sudah menyampaikan dan koordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini Pikom (Pusat Informasi dan Koordinasi) Covid-19 dan Dinkes Majalengka,” tandasnya. (abd/fik/dri/oet/ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *