HSG di Agenda Terakhir, Andru Berjarak 5 Meter

oleh -47 views
SIAP TES: Ketua HIPMI Kabupaten Cirebon Eki Bachtiar (dua dari kiri) dan pengurus lainnya saat menghadiri Musda HIPMI Jawa Barat di Karawang, baru-baru ini. FOTO: HIPMI FOR RADAR CIREBON

DUA wakil rakyat diDPRD Kota Cirebon hadir di dua momen terpisah yang dihadiri Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana yang positif Covid-19.Harry Saputra Gani (HSG) menjadi peserta peninjau Musda HIPMI Jawa Barat yang dihelat di Karawang, sementara M Handarujati Kalamullah hadir pada Kongres V Partai Demokrat di JCC Senayan Jakarta.

HSG menegaskan ia tidak berjumpa langsung dengan para pejabat yang hadir, termasuk dengan Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana. “Saya hadir di sana pada jam 19.00 tanggal 10 Maret 2020 di hari terakhir. Di sidang terakhir pada saat mau pemilihan ketua Jawa Barat,” kata politikus Partai Nasdem itu saat dikonfirmasi Radar Cirebon, kemarin.

Dirinya menegaskan tak datang di pembukaan yang saat itu dihadiri sejumlah tokoh. Dan sejak ramai virus corona yang dikaitkan dengan Musda HIPMI, HSG mengaku sejak Kamis 19 Maret hingga hari Senin 23 Maret ia memilih mengisolasi diri di rumah.

“Hari Kamis pas saya dapat kabar, sudah ke RSGJ untuk mengajukan tes, termasuk rontgen. Tapi rumah sakit menganggap saya tidak punya gejala ke sana, sehingga tidak dirontgen. Saya sangat senang kalau ada tes,” tegasnya.

Ia juga mengaku sudah konsultasi dengan dokter di RSD Gunung Jati. Di mana dijelaskan selama 14 hari tidak ada gejala apapun, berarti ia sehat. “Sekarang sudah lebih dari 14 hari. Tepatnya di tanggal 24 Maret saya tidak apa- apa. Saya sempat nanya ke kadinkes dan direktur Rumah Sakit Gunung Jati untuk menjalani tes. Ternyata alatnya belum ada. Minta rontgen ternyata tidak bisa karena tak ada gejala klinis,” terang HSG.

Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon M Handarujati Kalamullah SSos mengakui sempat satu forum dengan Cellica saat Kongres V Partai Demokrat di JCC Senayan Jakarta. Jaraknya dengan bupati Karawang itu sekitar 5 meter.

Namun demikian, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon itu  menegaskan dalam kongres itu protokol Covid-19 benar- benar diterapkan. “Jarak saya dengan Bu Cellica sekitar 5 meter. Itu tidak ada salaman karena memang tidak diperbolehkan demi menghindari penyebaran virus corona,” ujar pria yang akrab disapa Andru itu.

Ia menjelaskan posisi tempat duduk juga dibuat lebih renggang. Bahkan rapat komisi juga digelar tidak sebagaimana mestinya karena diserahkan langsung ke ketua umum terpilih. Dengan positifnya Cellica terkena virus corona, Andru mengaku siap melakukan rapid test. “Saya malah pengen mengikuti rapid test kalau memang ada di Rumah Sakit Gunung Jati,” pungkasnya. (abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *