Pemdes Gandu Segera Bikin Perpusdes

oleh -31 views
pemdes gandu
JADI PERPUSDES: Kades Gandu, Kecamatan Dawuan Iwan Kurniawan SH menunjukan lokasi yang akan diubah menjadi perpustakaan desa (Perpusdes). FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Pemerintah Desa Gandu, Kecamatan Dawuan berencana membuat perpustakaan desa guna meningkatkan minat baca masyarakat. Namun jika hanya mengandalkan kunjungan masyarakat untuk membaca buku, tentu akan sulit, sehingga pihak pemerintah desa akan melengkapi perpustakaan dengan personal computer (PC) dan wifi gratis.

“Tujuan kami tentunya ingin meningkatkan minat baca masyarakat di Desa Gandu,” ujar Kepala Desa Gandu, Iwan Kurniawan SH, Senin (23/3).

Dijelaskan Iwan, wifi dan perangkat komputer menjadi senjata yang ampuh untuk membuat masyarakat berkunjung. Pihaknya meyakini walaupun pada awalnya sebagian pengunjung hanya berniat menggunakan komputer dan internet gratis, namun lama-kelamaan muncul keinginan untuk membaca.

Pihak pemdes juga sudah menyiapkan 500 judul buku untuk perpustakaan tersebut. Baik bertema agama, pengetahuan umum, teknologi tepat guna, pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya.

Bahkan pemdes berencana menyediakan tempat praktik atau implementasi dari buku. Misalnya ketika membaca buku tentang pertanian hidroponik, buku peternakan, perikanan dan lainnya di tempat ini ada implementasi dari isi buku tersebut.

Bahkan pihaknya sedang menyiapkan lemari dan rak buku yang dialokasikan dari dana desa tahun 2020. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terealisasi.

Dijelaskan Iwan, proses edukasi dan pengenalan literasi harus dimulai sejak dini. Salah satunya dengan membangun perpustakaan desa (perpusdes). Pihaknya merasa peduli terhadap pentingnya perpustakaan.

“Berbagai informasi ini bisa didapatkan dengan cara yang murah dan cepat karena warga tinggal meluangkan waktu datang ke perpustakaan dan memilih buku sesuai dengan informasi yang dibutuhkannya,” katanya.

Melalui buku-buku yang ada, lanjut Iwan, warga desa akan mendapatkan berbagai informasi penting untuk meningkatkan produktivitas mereka. Misalnya, para peternak lele bisa mendapatkan informasi mengenai teknik pengelolaan penggemukan ikan, para ibu menjadi tahu bagaimana membuat aneka makanan dari bahan baku lokal. Para petani menjadi paham bagaimana membuat pupuk organik sendiri dan sebagainya.

“Melalui buku-buku yang ada di sana, warga desa bisa melakukan rekreasi sosial dengan membaca novel dan buku cerita. Selain menghibur, buku cerita dan novel akan memberi pengetahuan pada warga mengenai kebudayaan daerah lain,” tukasnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *