Miris, APD Pakai Jas Hujan

oleh -212 views
sam-tenaga medis gunakan jas hujan
MIRIS: Tenaga medis kesehatan dalam penanganan covid-19 di Puskesmas Beber hanya menggunakan jas hujan. FOTO: DPRD FOR RADAR CIREBON

CIREBON – Alat Pelindung Diri (APD) penanganan virus corona (covid-19) di Kabupaten Cirebon sangat terbatas. Mirisnya, APD tenaga medis tak layak. Menggunakan jas hujan. Kondisi itu terjadi di Puskesmas Beber.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Yoga Setiawan mengaku, di monitoring hari kedua ke Puskesmas Beber, didapati APD yang tak layak pakai. Sebab, petugas yang melakukan penyemprotan disinfektan menggunakan jas hujan yang jelas jauh dari memadai.

“Ini kan sangat miris. Apalagi, penanganan covid-19 sangat berisiko. Sementara mereka merupakan garda terdepan dalam membasmi penyebaran covid-19. Ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah,” kata Yoga.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintah daerah pun harus memikirkan insentif bagi tenaga medis. Sebab, Presiden Jokowi sendiri sudah menginstruksikan agar anggaran yang tidak prioritas dialokasikan untuk penanganan covid-19. “Instruksi ini jelas. Maka pemerintah wajib memperhatikan kesehatan petugas medis, yang didukung dengan tambahan insentif,” terangnya.

Senada disampaikan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon lainnya, Heriyanto ST.  Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Cirebon harusnya sigap dalam menangani kasus virus Corona yang tengah mewabah ini. Sebab, pihaknya menilai pemda ini tidak memperhatikan para petugas kesehatan yang sebagai garda terdepan.

“Garda terdepannya saja tidak diperhatikan, bagaimana masyarakatnya? Pemda harusnya bisa mengutamakan perhatian kepada para petugas kesehatan dalam menangani kasus wabah virus Corona yang mematikan ini,” tegas politisi Partai Demokrat itu.

Dia menambahkan, jika Pemerintah Kabupaten Cirebon tidak sigap dan tidak serius menangani penyebaran virus Corona ini, bisa berbahaya. Sementara pemerintah provinsi telah menetapkan Kabupaten Cirebon sebagai zona merah virus corona.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya, Kepala Puskesmas Beber, Drs Haeria SKM MKes tak dapat dihubungi, lantaran nomor ponselnya dalam kondisi tidak aktif. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *