PDP Masih Terbanyak di Kabupaten Cirebon, Tersebar di Jalur Pantura

oleh -14.775 views

UNTUK wilayah Ciayumajakuning, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terbanyak dari Kabupaten Cirebon. Hingga kemarin ada 22 PDP. Dari angka tersebut, tiga orang dinyatakan sembuh, 19 lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Cirebon. Tak hanya itu, ada satu pasien positif asal Kabupaten Cirebon hingga kemarin masih dirawat di RSD Gunung Jati.

Sementara itu, peta Sebaran ODP dan PDP di Kabupaten Cirebon paling banyak di wilayah pantura.Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana. “Pantura itu kan sibuk. Selain ada kedatangan dari luar wilayah seperti Jakarta atau Bandung, TKI juga lumayan banyak. Apalagi kantong-kantong TKI ada banyak di wilayah pantura,” ujarnya, kemarin.

Terkaitwarga Kabupaten Cirebon yang positif corona dan dirawat di ruang isolasi RSD Gunung Jati, ia memastikan kondisinya membaik. Secara umum, gejala-gejala Covid-19 sudah tak dirasakan lagi. Seperti demam, batuk, dan sesak napas. Namun demikian, pasien belum diizinkan pulang. “Pasien sudah sehat, bisa jalan dan beberapa kali minta pulang. Belum diizinkan karena hasil tes terkhir masih positif. Masih ada virusnya,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Sementara di Kabupaten Majalengka, hingga kemarin ada 8 PDP. Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Majalengka H Alimuddin SSos MM MMKes mengatakan jumlah PDP sebelumnya sembilan orang, lalu berkurang satu karena sudah selesai masa pengawasan. Kini tersisa delapan PDP, di antaranya lima orang di RSUD Cideres dan tiga orang di RSUD Majalengka.

Sementara untuk ODP, pria yang juga kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka ini menyebutkan mengalami tren penurunan. Dari 50 orang menjadi 47 karena tiga orang selesai masa inkubasi.

Ia juga menyingggung ketersediaan alat pelindung diri (APD). Disebutkan, keterbatasan APD teratasi seiring mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebanyak 217 APD. Masing-masing 100 APD di RSUD Cideres, 50 untuk RSUD Majalengka, serta dinkes sebanyak 47 APD.

“Adapun ke 47 APD di dinkes itu nantinya akan disebarkan ke 32 puskesmas yang ada di Majalengka. Sementara sisanya dari 217 itu untuk Labkesda sebanyak 20 APD,” katanya.

Pihaknya mengaku selama masa darurat Covid-19 memiliki sejumlah kendala. Selain APD, juga armada ambulans. “Kita tentu berharap semua persoalan akan mampu diselesaikan untuk menghadapi darurat Covid-19, khususnya di Kabupaten Majalengka,” tandasnya kepada Radar.

Terpisah, terkait meninggalnya seorang pasien inisial T (48) di RS Mitra Plumbon Indramayu dengan status PDP, Jubir Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara mengaku pasien belum dilakukan tes swab oleh tim dari Dinkes Kabupaten Indramayu. Dengan meninggalnya pasien itu sampai dengan jenazah dikremasi belum didapatkan hasil apakah positif atau negatif.

Deden menjelaskan, pasien tersebut datang ke IGD RS Mitra Plumbon Indramayu pada hari Senin 23 Maret 2020 pukul 16.25 dengan keluhan panas, batuk berdahak, pilek dan sesak napas, nyeri kepala, nyeri seluruh badan. Mengacu pedoman yang dikeluarkan oleh Kemenkes, dengan adanya gejala tersebut maka orang itu ditetapkan sebagai PDP.

Dengan status itu pasien harus segera dilakukan rujukan ke RSUD Indramayu sebagai rujukan Covid-19. Akan tetapi sembari menunggu proses rujukan pasien telah meninggal dunia. “Untuk pemeriksaan swab belum dilakukan karena menunggu pasien berada di  RSUD Indramayu yang sudah mampu mengambil sampel, baik secara SDM maupun alatnya. Tapi saat dalam proses rujukan pasien sudah meninggal,” katanya.

Deden menambahkan, untuk mengantisipasi kelanjutan dari kejadian tersebut selanjutnya tim surveillance dari dinkes sudah melakukan penelusuran dan pemantauan terhadap keluarga maupun karyawan pasien tersebut sesuai protap Kemenkes. Selama 14 hari ke depan dan akan mengambil langkah-langkah selanjutnya sesuai protap surveillance tersebut. (dri/ono/oet)

One thought on “PDP Masih Terbanyak di Kabupaten Cirebon, Tersebar di Jalur Pantura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *