Tim Medis Corona RSDGJ Dirawat, Humas: Mungkin karena Kelelahan

oleh -509 views

SALAH seorang garda depan penanganan virus corona atau Covid-19 di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon jatuh sakit. Pria yang sehari-hari sebagai perawat di ruang isolasi Covid-19 RSDGJ itu dirawat sejak 2-3 hari lalu di ruang khusus penyakit dalam. Belum bisa dipastikan sakit yang dialami. Butuh pemeriksaan lebih lanjut.

Kabag Humas RSD Gunung Jati Arif Wibawa Rumana tak menyebut pasti gejala yang dialami. Hanya saja, kata Arif, secara umum perawat itu mengalami sakit tingkatan sedang dan saat ini sedang menunggu pemeriksaan lebih lanjut. “Yang jelas, dalam situasi seperti ini beban kerja juga lumayan. Kita nggak tahu juga, perawat ini pernah ke mana. Kemungkinan karena kelelahan,” kata Arif saat dikonfirmasi Radar Cirebon, Kamis (26/3).

Arif memastikan perawat tersebut belum masuk kategori salah satu dari kriteria pasien Covid-19. Yakni orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), atau suspect. “Kita masih menunggu pemeriksaan-pemeriksaan,” tandasnya.

Dugaan sementara perawat itu kelelahan. Mengingat, imbuh Arif, akhir-akhir ini petugas RSDGJ banyak mendapat tambahan tugas. Seperti berjaga di posko, ataupun ruang isolasi yang telah penuh terisi PDP Covid-19. Pihak rumah sakit, imbuhnya, selalu memberikan dukungan kepada mereka. Seperti memberikan suplai vitamin dan makanan-makanan yang bergizi.

Arif juga menyambut baik bantuan alat pelindung diri (APD) yang diberikan masyarakat. Pasalnya, ketersediaan APD di RSDGJ sangat kurang jika melihat banyaknya jumlah pasien yang ada. “Dengan bantuan ini, setidaknya dapat membantu RSDGJ yang sedang mengalami krisis APD,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Cirebon kini kekurangan alat pelindung diri (APD), termasuk di RSDGJ. Pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran pengadaan APD. Tapi  kelangkaan di pasaran membuat APD belum bisa didapatkan.

Kabid Pencegaham dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Cirebon Tri Mulyaningsih mengatakan sejauh ini pihaknya masih terus mengusahakan ketersedian APD untuk para tenaga kesehatan. Khususnya yang secara langsung menangani pasien-pasien terduga virus corona atau Covid-19. “Kita bukanya tak menyediakan anggaran. Tapi barangnya masih belum kita dapatkan. Kita terus mengusahakan,” ungkapnya, Kamis (26/3).

Sebelumnya, Pemerintah provinsi Jawa Barat telah mengirimkan beberapa item APD. Seperti coverall dispo, nurse cap, sarung tangan non steril, cover shoes, sarung tangan kain dan safety glass. Namun jumlahnya masih dirasa kurang. “Bertahap. Beberapa APD juga akan datang lagi,” pungkasnya. (ade/awr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *