Undangan Sudah Disebar, Noni Dioni Menunda Resepsi Pernikahan Anak karena Covid-19

oleh -1.104 views
den-Noni Dioni menunjukkan undangan resepsi pernikahan anaknya yang ditunda lantaran wabah covid 19 (2)
DITARIK LAGI: Noni Dioni menunjukkan undangan resepsi pernikahan anaknya, kemarin (26/3). FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON

Undangan resepsi pernikahan sudah tersebar sejak pekan lalu. Sesuai tanggal yang ditentukan keluarga, akad nikah sekaligus resepsi akan digelar Minggu (29/3). Tapi, virus corona atau Covid-19 jadi penghalang. Akad nikah tetap jalan, resepsinya nanti. Menunggu corona mereda.

DENY HAMDANI, Cirebon

NONI Dioni dengan berat hati mengambil keputusan ini. Pihak keluarga juga akhirnya tak mempermasalahkan lagi. Daripada nanti jadi masalah, apalagi ada imbauan dari pemerintah agar menghindari kerumunan, mereka pun menerima. “Ya gimana, harusnya akad dan resepsi pernikahan anak saya Minggu (29/3),” ujarnya kepada Radar Cirebon, kemarin (26/3).

Dia mengatakan keputusan menunda resepsi pernikahan anak lantaran wabah Covid-19 ini termasuk mendadak. Semula mereka mengira situasi masih aman-aman saja. Ternyata justru sebaliknya. Bahkan Kabupaten Cirebon justru ditetapkan sebagai zona merah Covid-19. “Ditunda dulu. Nggak tahu sampai kapan saya juga tidak tahu,” tutur warga Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, itu.

Noni mengatakan undangan resepsi pernikahan telah tersebar dan diterima oleh para calon tamu undangan. “Undangan sudah disebar semua minggu kemarin. Ya mau nggak mau saya infokan ke yang menerima undangan kalau resepsi ditunda dulu. Nanti saya buatkan undangan resepsi yang baru kalau corona ini sudah reda,” ujarnya.

Untuk Minggu (29/3) Noni dan keluarganya tetap akan melaksanakan akad pernikahan sang anak. “Ya akad sih masih boleh,” lanjutnya. Noni mengatakan pihaknya jauh-jauh menyiapkan acara ini. Termasuk belanja berbagai kebutuhan.

“Saya sudah belanja bahan makanan untuk resepsi semua. Kalau resepsinya ditunda hingga hitungan bulan, bahan makanan yang sudah dibeli bisa busuk. Selain itu kartu undangan juga harus dibuat ulang. Tapi ya gimana, ini sudah peraturan dari pemerintah juga. Jadi saya harus ikuti,” katanya.

Dirinya berharap wabah Covid-19 ini bisa segera lenyap. Dia yakin ada banyak orang ingin menggelar berbagai acara, tapi kini harus tertahan. “Kalau kami maunya acara dilaksanakan. Tapi sekali lagi, sebagai warga ya nurut sama pemerintah. Orang lain mungkin juga mau menggelar acara atau hajatan, tapi sekarang semua lagi nggak diperbolehkan. Nurut saja,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *