Bupati dan Rombongan Hipmi Negatif Corona

oleh -183 views
NEGATIF: Rombongan delegasi HIPMI Kabupaten Cirebon mengikuti rapid test di Sport Center Watubelah Sabtu (28/3). FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON– Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mendatangi dan mengecek langsung pelaksanaan rapid test perdana untuk tenaga medis dan ODP (orang dalam pemantauan) di Sport Center Watubelah Sabtu (28/3).

Dari pantuan Radar, bupati beserta puluhan ODP lainnya datang sekitar pukul 09.00 WIB. Beberapa saat setelah menunggu di kursi tunggu yang sudah diatur jaraknya, satu persatu ODP masuk ke dalam ruang pemeriksaan termasuk Bupati Cirebon dan Kapolresta Cirebon.

Setelah diperiksa riwayat kesehatan, kondisi klinis dan pemeriksan darah menggunakan rapid test, satu persatu ODP keluar dari ruang pemeriksaan.

Ditemui usai pemeriksaan, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg menyebut pemeriksaan rapid test yang dilakukan kepada dirinya hasilnya negatif. “Pemeriksaannya cepat ya, antara 5-10 menit. Hasilnya bisa langsung diketahui. Alhamdulillah tadi hasilnya negatif. Yang dites itu sample darah diambil dari ujung jari, lalu ditaruh di alat rapid test. Ditambah cairan lalu langsung keluar hasilnya,” bebernya.

Pelaksanaan rapid diagnostic test (RDT) perdana yang digelar di Sport Center Watubelah diprioritaskan untuk orang dengan risiko (ODR)yang merupakan tenaga medis dan orang dalam pemantauan (ODP) serta orang yang kontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP) atau cluster PDP selesai dilakukan.

Dari 55 total sample yang diperiksa semuanya menunjukkan hasil negatif virus Corona. Namun demikian, ODP dan cluster PDP diminta untuk tetap melakukan social distancing dan diminta untuk menjaga kondisi tubuhnya sehingga hasil pengujian tidak berubah.

Juru Bicara Gugus Tugas penanggulangan Covid-19, Nanang Ruhyana kepada Radar menuturkan, 55 orang yang menjalani rapid test terdiri dari ODR sebanyak 35 orang, ODP 10 orang dan cluster PDP sebanyak 10 orang.

“Semua sample yang ditest menunjukkan hasil negatif, proses ini akan diulang kembali 5 sampai 10 hari mendatang agar hasilnya tidak berubah dan presisi,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Hj Eni Suhaeni SKM MKes juga menegaskan, pemeriksaan yang dilakukan nanti akan diulang 7 sampai 10 hari kemudian agar hasil yang diperoleh bisa akurat dan presisi. “Proses ini akan diulang beberapa hari ke depan, biar pasti hasilnya,” tandasnya.

Untuk membaca alat rapid test sendiri menurut Eni adalah jika garis merah muncul di huruf C maka hasilnya negative. Jika garis merah muncul di T berarti harus dicoba lagi karena tidak presisi. Kalau garisnya dua di huruf C dan T maka hasilnya positif. “Sejauh ini belum ada yang ada positif. Semua yang kita periksa sudah keluar hasilnya. Semuanya negatif,” uajrnya.

ROMBONGAN HIPMI

Rombongan delegasi Hipmi Kabupaten Cirebon juga mengikuti tes. Setelah mengikuti serangkaian tes akhirnya total tujuh orang yang terdiri dari tiga pengurus dan perwakilan lainnya dinyatakan negatif.

Ketua Hipmi Kabupaten Cirebon, Eki Bachtiar kepada Radar menuturkan, hasil rapid test terhadap tujuh anggota Hipmi sudah keluar dan seluruhnya dinyatakan negatif. “Alhamdulillah, sudah keluar hasilnya. Kami semua sejauh ini dinyatakan negative,” ujarnya.

Hasil tes ini menurut Eki memberikan ketenangan dan kepastian akan status ODP yang selama ini disandangkan kepada para pengurus yang hadir diacara Musda Hipmi Jawa Barat di Karawang awal Maret lalu.

Meskipun saat ini hasil rapid test sudah keluar namun ia tetap akan melakukan isolasi mandiri, dan menjaga social distancing sesui dengan anjuran pemerintah untuk menekan potensi penyebaran virus Corona.

“Setelah ini kami akan isolasi diri lagi meskipun sebelumnya selama lebih dari 2 minggu kami sudah melakukan isolasi. Ini sekaligus sebagai wujud dukungan kepada pemerintah dalam menekan potensi penyebaran Corona,” jelasnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *