Pemdes Kalensari Berlakukan Lockdown untuk Cegah Virus Corona, Begini Persiapannya

oleh -290 views
Kalensari-Lockdown
SIAP LOCKDOWN: Pemdes Kalensari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, bersama tokoh masyarakat menggelar musyawarah persiapan lockdown. Foto: Jamal-magang/radarindramayu.id

INDRAMAYU – Sejumlah upaya dilakukan seluruh komponen bangsa, mengantisipasi persebaran pandemi virus corona (Covid-19). Salah satunya yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Kalensari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, lockdown atau karantina wilayah.

Kuwu Kalensari, H Masroni menjelaskan, kini sedang mengkaji pemberlakuan karantina wilayah (lockdown) secara mandiri. Hal ini dilakukan, sebagai tanggung jawab seorang pemimpin untuk melindungi seluruh warganya.

“Malam ini (Minggu, 29/3) akan kami bahas bersama BPD (Badan Permusyawaratan Desa, red). Nanti akan diputuskan teknisnya seperti apa, termasuk masalah waktu penerapannya,” ungkapnya kepada radarindramayu.id, Minggu (29/3).

Apa yang dilakukan Pemdes Kalensari bukan tanpa sebab. Arus keluar masuk warga di desa yang tergolong sangat tinggi, mengakibatkan risiko persebaran Covid-19 juga terbilang pada tahap mengkhawatirkan.

“Dari 1152 warga Kalensari yang tercatat di data kependudukan kami, 40 persen di antaranya merupakan pekerja di luar daerah. Seperti Jakarta yang kini telah ditetapkan sebagai zona merah, serta negara Hongkong,” imbuhnya.

Saat melakukan karantina wilayah selama 14 hari ke depan, pemdes akan menutup seluruh akses keluar masuk dari maupun ke desanya. Akses yang ditutup merupakan jalan penghubung antardesa serta jalan Desa Kalensari.

“Aktivitas di desa tetap berjalan seperti biasa meski harus dibatasi. Salah satunya adalah panen padi yang diperkirakan akan jatuh pada April nanti,” tegasnya.

Dengan pemberlakukan karantina wilayah mandiri, Pemdes Kalensari memiliki tanggung jawab atas ketersediaan pangan bagi warganya. Salah satunya dengan memberdayakan BUMDes serta Karang Taruna untuk memberikan bantuan pangan gratis untuk 400 kepala keluarga (KK).

“Saat ini sudah disiapkan beras 15 kilogram, 1 dus mi instan, 2 kilogram minyak goreng serta 2 kilogram telur ayam untuk tiap-tiap KK. Dan kami masih kekurangan cairan pemutih dan karbol wangi, sebagai bahan membuat cairan disinfektan untuk masing-masing KK,” tandasnya.

Ia pun mengaku telah menghitung besaran anggaran yang dibutuhkan, untuk menjamin ketersediaan pangan bagi warga selama proses karantina wilayah berlangsung. Selain menggunakan anggaran swadaya masyarakat, pemdes juga mengkaji sumber dari dana desa (DD) maupun sumber-sumber lainnya.

“Jika dihitung kebutuhan 1 KK adalah Rp 423.000, maka jumlah keseluruhan anggaran yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 169.200.000. Kami masih terus kaji seluruh potensi yang bisa dimanfaatkan, agar tidak menyalahi aturan. Termasuk penggalian bantuan dari para donatur,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelum pemberlakuan karantina mandiri, Pemdes Kalensari bersama unsur terkait telah melaksanakan sejumlah langkah antisipasi persebaran Covid-19. Selain sosialisasi penerapan pola hidup bersih dan sehat, Pemdes Kalensari juga meneyemprotkan cairan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum, seperti balai desa, sekolah, masjid, musala serta permukiman warga. (jml/mgg/cup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *