FKPAK Buatkan Bilik Sterilisasi di Perbatasan

oleh -109 views
Bilik Sterisasli
LEBIH KETAT: Bilik disinfektan buatan para pemuda dari FKPAK sangat berguna untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. FOTO: M taufik/radar kuningan

KUNINGAN – Keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki petugas jaga di posko check point perbatasan menggerakkan para pemuda yang menamakan diri Forum Komunikasi Penggiat Alam Kuningan (FKPAK) turun memberikan bantuan satu unit bilik disinfektan di perbatasan Sampora.

Ada sekitar 50 relawan FKPAK dikerahkan membantu para petugas jaga check point yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan Dinkes. Mereka dibagi dalam beberapa tugas, mulai dari mengatur kendaraan yang datang agar masuk kawasan tugu Ikan, sebagian lagi mengarahkan para penumpang ke bilik sterilisasi, ada juga yang bertugas mengatur antrean warga, dan lainnya menyemprotkan cairan disinfektan ke setiap kendaraan yang masuk.

“Gerakan ini sebagai bentuk kepedulian kami dalam mencegah penyebaran virus corona di Kabupaten Kuningan. Berbekal dana koin yang kami kumpulkan saat aksi sumbangan untuk PAD Kuningan terkait Tahura beberapa waktu lalu, kami gunakan untuk membuat bilik sterilisasi dan membeli cairan disinfektan berikut peralatan yang dibutuhkan. Alhamdulillah meski hanya dari sumbangan koin yang nilainya tidak seberapa, namun setelah terkumpul bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak,” ungkap Sekjen FKPAK Rizki Rama Ekasaputra kepada Radar, Sabtu (28/3) malam.

Rizki mengaku, salah satu alasan dilaksanakan gerakan tersebut karena keprihatinannya melihat pengawasan di pos check point yang kurang optimal. Padahal, kata Rizki, mereka adalah penjaga pintu perbatasan tempat masuknya para perantau dari daerah zona merah seperti Jakarta, Bekasi, Bogor dan juga Bandung.

“Atas kekhawatiran tersebut, akhirnya kami bersepakat melakukan gerakan membantu antisipasi penyebaran corona yang mungkin dibawa para perantau tersebut ke Kuningan. Caranya dengan membuat gawang disinfektan dan penyemprotan kendaraan yang masuk Kuningan,” ungkap Rizki.

Rizki mengatakan, pihaknya baru membuatkan satu bilik disinfektan untuk dipasang di pos check point tugu ikan Sampora saja. Sedangkan untuk empat pintu perbatasan lain yaitu Mandirancan, Cibingbin, Cidahu, Cipasung termasuk satu pos check point di Taman Pandapa depan kantor bupati, Rizki berharap, bisa disediakan sendiri oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan.

“Mudah-mudahan langkah kami ini bisa menggerakkan Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk melakukan hal yang sama. Kami berharap pemerintah lebih agresif lagi dalam mengatasi virus corona ini, karena keberadaannya sudah mewabah dan sangat membahayakan masyarakat,” ujar Rizki.

Selain melakukan penyemprotan dan pembuatan bilik disinfektan di Sampora, lanjut Rizki, pihaknya juga telah dan masih melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum dan sarana ibadah seperti masjid dan musala di beberapa desa di Kabupaten Kuningan.

“Tidak menutup kemungkinan, gerakan pencegahan corona masih akan terus dilakukan hingga beberapa hari kedepan. Kami juga mengajak komunitas dan pihak-pihak yang lain untuk melakukan hal serupa,” ujar Rizki.

Sementara itu Bupati Kuningan Acep Purnama menjawab keberadaan bilik disinfektan yang masih belum memadai, mengatakan secepatnya akan dipenuhi di semua tenda check point. “Insya Allah besok semua check point akan kita pasang bilik disinfektan,” ujar Acep singkat. (fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *