Pesimis Capai Target Wisatawan

oleh -69 views
KELILING AMBULU: Kerapatan mangrove di sepanjang Kali Bulu mengundang decak kagum pengunjung yang melihat langsung potensi wisata mangrove Desa Ambulu, Kecamatan Losari dengan menggunakan perahu nelayan. Destinasi ini terancam sepi pengunjung karena dampak Covid-19. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON – Digadang-gadang menjadi gerbang pariwisata Jawa Barat di tahun 2020 karena jumlah pariwisata di Cirebon terus meningkat. Namun, nampaknya kondisi itu berpotensi jauh dari harapan, seiring dengan terjadinya pandemi covid 19. Dampaknya, terjadi penurunan kunjungan wisatawan.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Nana Mulyana menuturkan, pihaknya pesimis bisa mencapai target kunjungan wisatawan tahun ini. Pasalnya, di tengah pandemi corona di awal tahun, menyebabkan efek yang begitu besar pada sektor pariwisata. Meski belum bisa memberikan data mengenai jumlah penurunan.

Nana menuturkan, dilihat dari data pendapatan daerah saja di awal tahun ini, sudah turun lebih dari 50 persen. “Kalau tahun lalu, kami bias mencapai target 1,5 juta pengunjung. Sepertinya tahun ini, pesimis untuk bisa mencapai 2 jt pengunjung. Di angka tahun lalu pun kami sudah bersyukur di tengah pandemi ini,” jabarnya.

Penutupan sejumlah tempat pariwisata pun, telah dilakukan sejak tanggal 18 Maret lalu. Hal ini tentu memberikan efek yang besar. Misalnya saja, di wisata religi Gunung Jati yang di awal bulan April bisa menerima kunjungan dari peziarah yang berjumlah hampir puluhan bus, terpaksa dibatalkan. Dengan pertimbangan para peziarah berasal dari luar kota ini menjadi antisipasi dari pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Ratusan bahkan ribuan kunjungan wisatawan sebenarnya bisa dicapai dari destinasi wisata ini. Namun untuk mencegah penyebaran covid-29, terpaksa kami imbau untuk dibatalkan,” paparnya.

Sejumlah wisata lainnya pun saat ini sudah melakukan penutupan sementara. Seperti Desa Wisata Galmantro, Pasar Batik Trusmi, Pelangon, dan lainnya. Adapun destinasi wisata yang tetap buka nantinya akan mendapatkan teguran dan punishment. “Legalitas akan dicabut oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Tak hanya sejumlah destinasi wisata, bahkan kegiatan HUT Kabupaten Cirebon saja, saat ini dipending sampai waktu yang belum ditentukan. Dengan kondisi saat ini, pihaknya berharap para pelaku pariwisata bisa memaklumi dan tetap mengikuti arahan yang diberikan. (apr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *