Polisi Bubarkan Ibu-ibu yang Masih Ngerumpi dan Empat Pasang Remaja Pacaran di Siang Bolong

oleh -4.421 views
DIBUBARKAN POLISI: Aktivitas ngerumpi ibu-ibu di Desa Babakan Losari, Kecamatan Pabedilan masih tetap jalan. FOTO: IST FOR RADAR CIREBON

CIREBON – Social dan physical distancing mungkin efektif untuk sebagian besar masyarakat kota, tapi tidak untuk di desa-desa. Salah satunya di Desa Babakan Losari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon. Aktivitas ngerumpi ibu-ibu masih tetap jalan, yang akhirnya dibubarkan oleh kepolisian.

“Ya tadi siang (kemarin siang, red), anggota Polsek Pabedilan selaku Bhabinkamtibmas desa tersebut membubarkan ibu-ibu yang sedang ngerumpi. Mereka tidak semuanya paham tentang kebijakan pemerintah maupun maklumat kapolri tentang pencegahan penyebaran virus Covid-19,” papar Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi melalui Kasubag Humas Iptu M Soleh.

Namun, sebelum dibubarkan, anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Asrofi terlebih memberikan pemahaman seperti dalam maklumat kapolri, tentang physical distancing dan sosial distancing. Serta diedukasi untuk membudayakan hidup sehat dengan sering melakukan cuci tangan.

“Anggota juga memberikan pembinaan dan menjelaskan imbauan-imbauan maupun sanksi hukum jika tidak mematuhi peraturan pemerintah. Ini demi keselamatan bersama dan demi terputusnya rantai penyebaran virus Covid-19. Ibu-ibu pun menjadi paham dan mau membubarkan diri,” jelasnya.

Diakui M Soleh, tidak semua masyarakat memahami kebijakan pemerintah. Apalagi ibu-ibu yang kadang disibukkan dengan pekerjaan rumah. Oleh karenanya, dengan imbauan-imbauan dan bertemu langsung ini dianggap lebih efektif.

“Kami mengimbau kepada semua anggota agar memberikan pemahaman dan penyuluhan sebelum membubarkan. Dengan pendekatan yang humanis dan santun dalam menyampaikan maklumat kapolri, lebih mudah dipahami oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain ibu-ibu yang ngerumpi, terkait physical distancing di Desa Pamijahan, Kecamatan Plumbon juga belum sepenuhnya dipenuhi. Buktinya, pasangan muda mudi tertangkap dan terekam kamera handphone warga setempat sedang berbuat mesum di siang bolong.

Mereka sebanyak empat pasang remaja tanggung diperkirakan masih pelajar berjejer dan menikmati kegiatan pacaran, berpelukan dan sesekali bertindak tidak senonoh bercumbu. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *