Lega Kumpul dengan Keluarga, Pegulat Kota Cirebon Pulang Kampung saat Wabah Corona

oleh -153 views
SEMRINGAH: Dewi Atiya dan Nidha Jeyan (kanan) gembira dijemput KONI Kota Cirebon dari Kota Bandung, kemarin. FOTO: TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON

CIREBON – Dua pegulat Kota Cirebon, Dewi Atiya dan Nidha Jeyan, merasa lega bisa pulang ke kampung halaman. Menjalani pemusatan latihan di Kota Bandung selama wabah Covid-19, membuat mereka cemas. Rabu siang (1/4), Dewi dan Nidha dijemput menggunakan mobil KONI Kota Cirebon.

Mulai kemarin, Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Barat menghentikan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XX/2020 untuk sementara karena penyebaran virus Corona alias Covid-19 makin meluas. Setidaknya ada 11 pegulat Jawa Barat yang dipulangkan. Empat di antaranya berasal dari Kota Cirebon.

Kepulangan Dewi Atiya dan Nidha Jeyan difasilitasi oleh KONI Kota Cirebon. Dua pegulat lainnya memilih caranya sendiri. Peri Budiawan kembali ke Kota Cirebon menggunakan sepeda motor pribadinya. Sementara Adhitya Eka Lazuardi pulang ke rumah kerabatnya di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Saat dikonfirmasi Radar Cirebon, Dewi dan Nidha merasa bersyukur bisa ke rumah dengan selamat. Keduanya mengaku senang dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Cirebon. “Alhamdulillah lega, bisa kumpul lagi dengan keluarga,” kata Dewi kepada Radar Cirebon, kemarin.

Menurut Dewi, ketika penyebaran Covid-19 meningkat di Kota Bandung, para atlet mulai cemas. Latihan pun menjadi tidak fokus. Terlebih, camp latihan gulat Jawa Barat di GOR Pajajaran, berada di kawasan zona merah.

“Khawatir banget. Kami juga takut terinfeksi. Apalagi di Bandung sudah banyak korban virus Corona. Perasaan kami jadi cemas, apalagi dengan pemberitaan yang beredar,” ungkapnya.

Kendati pelatda diliburkan, Dewi dan pegulat Jawa Barat lainnya tetap memiliki kewajiban berlatih. Mereka sudah dibekali menu latihan harian sesuai program dari pelatih.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PGSI Jawa Barat, Bambang Erawan menegaskan, para atlet harus bisa menjaga performa mereka agar tidak merosot.

“Pelatda libur, tapi latihan harus tetap jalan. Itu kewajiban atlet. Jangan sampai perjuangan mereka selama ini menjadi sia-sia. Peningkatan kemampuan yang berhasil dicapai selama di pelatda harus dijaga agar tetap stabil,” terangnya.

Di sisi lain, Dewi memastikan keteguhannya untuk tetap menjalani menu latihan dari pelatih. “Ya, banyak pekerjaan rumah dari pelatih. Kita diinstruksikan untuk melanjutkan program sebelumnya. Tapi disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sekarang sedang terjadi,” ungkap atlet peraih medali emas PON 2016 tersebut. (ttr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *