Ada Social Distancing, Aktivitas MU Menurun

oleh -96 views
DONOR DARAH: Aktivitas donor darah di PMI, kemarin. Kebijakan sosial distancing dan wfh membuat PMI kesulitan mengumpulkan darah. FOTO: Dedi Haryadi/RADAR CIREBON

CIREBON – Pembatasan aktivitas pada instansi pemerintahan dan beberapa instansi swasta, membuat unit donor darah (UDD) Palang merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon kesulitan mengumpulkan labu darah. Akibatnya, stok darah saat ini menipis.

Sekretaris PMI Kota Cirebon Dra Hj Sumarni MA menjelaskan, menipisnya stok darah ini disebabkan kegiatan pengumpulan pendonor darah yang biasa dilakukan oleh Mobile Unit (MU) mengalami penurunan drastis sejak awal bulan Maret lalu.

Dia menyebutkan, mobile unit yang awalnya ditarget dapat menghimpun 1.500 labu donasi darah pendonor sepanjang Maret lalu, hanya terealisasi 45 persennya saja atau sekitar 687 labu darah. Lokasi yang dijadwalkan mestinya bisa didatangi mobile unit sebanyak 48 titik sepanjang Maret, tapi hanya terealisasi 33 titik saja.

“Awalnya aktivitas MU ini sempat agak lancar pada awal Maret, tapi pas pemberlakuan work from home (WFH) sejak 15 Maret langsung drastis. Banyak lokasi yang membatalkan, karena memang instansinya dan lembaganya memberlakukan WFH,” tuturnya.

Instansi dan lembaga yang mendapat jadwal MU tersebut khawatir jika terap digelar akan menyalahi prosedur berkerumunnya masa. Sehingga, ada beberapa instansi yang tetap menjalankan jadwal donor rutin 3 bulanan, tapi caranya dengan dijemput pendornornya oleh PMI sehingga proses pengambilan darahnya dikakukan di markas UDD PMI.

Hal ini dapat terlihat dari cukup meningkatnya jumlah pendonor yang dilakukan pengambilan darahnya di UDD PMI sepanjang Maret uang mencapai 791 labu. Ada peningkatan jika dibandingkan dengan pendonor yang datang ke UDD PMI sepanjang Februari 2020 yang hanya terkumpul 466 labu.

“Kami berupaya maksimal agar ketersediaan stok darah untuk ditransfusikan kepada pasien tetap aman. Permintaan darah masih tetap normal antara 50-80 labu per hari, tapi pasokan darah dari pendonornya turun. Permintaan saat ini bahkan tidak hanya dari pasien di Cirebon saja, tapi dari pasien rumah sakit di Ciayumajakuning,” ujarnya. (azs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *