Nelayan Butuh Modal Melaut, Berharap Pemerintah Ambil Peran agar Tak Terjerat Tengkulak

oleh -70 views
Nelayan Gebang Kab Cirebon Foto: junaedi/radarcirebon

CIREBON-Keberadaan tengkulak di tengah nelayan menjadi penyebab utama TPI di Kabupaten Cirebon mati suri. Keberadaan tengkulak selama ini membuat pemerintah selaku pengelola TPI kecewa karena tengkulak membuat aktivitas TPI tidak optimal. Namun bagi nelayan keberadaan tengkulak ini sangat dibutuhkan terutama dalam hal permodalan.

Ketua Nelayan Desa Ambulu, Tamsur mengatakan keberadaan para tengkulak memang kurang disukai oleh nelayan. Namun nelayan tidak bisa berbuat banyak karena sangat membutuhkan tengkulak dalam segi permodalan.

“Selama ini, bantuan dari pemerintah berupa peralatan melaut. Sedangkan para nelayan di sini sudah memiliki peralatan tersebut. Sehingga, perlu diubah bantuan bagi nelayan. Misalnya, uang untuk modal melaut,”tuturnya.

Tamsur mengatakan, nelayan tradisional sangat membutuhkan bantuan uang untuk modal ketika akan melaut. “Kalau saja pemerintah memberikan modal uang untuk nelayan, besar kemungkinan akan sejahtera. Karena, harga jual ikan yang didapat relatif lebih mahal dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di desa ini lebih maksimal. Sebab, para nelayan akan menjual hasil tangkapan ke TPI,” tuturnya.

Tamsur mengungkapkan keberadaan TPI yang terkesan kurang maksimal disebabkan para nelayan menjual hasil tangkapan ke tengkulak. “Hasil dari penjualan tersebut langsung dipotong biaya pinjaman dan sisanya diberikan pada nelayan tersebut. Jika saja TPI beroperasi dengan baik, para nelayan akan menjual hasil tangkapan di TPI,” ungkapnya.

Untuk menghilangkan tengkulak, Samsur berharap pemerintah mengambil peran dalam hal pinjaman uang untuk nelayan.

“Misalnya, pemerintah menyalurkan pinjaman ke nelayan melalui pengurus TPI dan pengurus tersebut memilih para nelayan yang aktif untuk diberikan pinjaman. Kemudian usai melaut, nelayan langsung menjual ke TPI, lalu dipotong pinjaman, dengan harga yang relatif lebih tinggi dari tengkulak,” tuturnya.

Dirinya mengharapkan, bantuan dari pemerintah berupa modal melaut direalisasikan. Hal itu untuk meningkatkan taraf hidup nelayan. “Kesejahteraan bagi nelayan, hanya slogan. Artinya, masih banyak yang perlu dibantu. Meski tengkulak membantu nelayan, akan tetapi sangat kurang baik. Istilahnya, kepala dilepas, kaki diikat,”ujarnya.(den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *