Positif Covid-19 Bertambah, Kapolri Kembali Keluarkan Maklumat

oleh -686 views
KAPOLRI Jenderal Polisi Idham Aziz

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali mencatat data penambahan pasien sembuh. Hingga Sabtu (4/4) sebanyak 16 orang dinyatakan sehat. Kemudian yang positif bertambah 106. Sedangkan yang meninggal dunia 10 orang.

Update hingga Sabtu (4/4), di Indonesia ada sebanyak 2.092 kasus. Pasien sembuh 150 orang dan meninggal dunia sebanyak 191 kasus.

“Mereka yang sudah sembuh ini kondisinya bagus dan tidak perlu dikhawatirkan lagi menularkan penyakit. Kita yakini yang 150 sudah sembuh ini memiliki imunitas dan kekebalan terhadap Covid-19,” ungkap Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (4/4).

Sebelumnya pada Jumat (3/4), tercatat 1.986 kasus positif Covid-19, 181 orang meninggal dan 134 orang dinyatakan sembuh. Hingga Sabtu (4/4) kasus positif Covid-19 yaitu lima kasus di Aceh, 32 kasus di Bali, Banten 173 kasus, Bangka Belitung dua kasus, Bengkulu dua kasus, Jambi dua kasus dan DI Jogjakarta 33 kasus.

Hingga saat ini jumlah kasus positif terbanyak masih terjadi di DKI Jakarta. Yakni 1.071 kasus. Disusul Jawa Barat 247 kasus, Jawa Tengah 120 kasus, Jawa Timur 152 kasus. Selanjutnya Kalimantan Barat 10 kasus, Kalimantan Timur 24 kasus, Kalimantan Tengah 11 kasus, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara masing-masing delapan kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau delapan kasus, NTB tujuh kasus, Sumatera Selatan 12 kasus, Sumatera Barat delapan kasus, Sumatera Utara 25 kasus, Sulawesi Utara tiga kasus, Sulawesi Tenggara lima kasus. Di Sulawesi Selatan tercatat 82 kasus, Sulawesi Tengah empat kasus, Lampung 11 kasus, Riau 10 kasus, Maluku Utara dan Maluku masing-masing satu kasus, Papua Barat dua kasus dan Papua 18 kasus.

Naiknya angka kasus positif Covid-19 tersebut diyakini karena ada masyarakat yang tidak mengindahkan ajuran pemerintah untuk tidak berinteraksi di luar rumah. “Tinggal di rumah adalah jawaban satu-satunya yang paling benar. Tidak melakukan perjalanan ke manapun, apakah pulang kampung, ke rumah saudara atau tempat lain. Saya harap ini tidak dilakukan,” tegas Yuri.

Menindaklanjuti peningkatan kasus positif Covid-19, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis kembali mengeluarkan Maklumat. Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Herry Rudolf Nahak menyampaikan maklumat tersebut. Menurutnya, Kapolri mengeluarkan maklumat yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk berupaya tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak, atau melakukan kegiatan baik kegiatan sosial seperti rapat.

“Kita berusaha untuk menjaga jarak, melakukan physical distancing secara disiplin. Aparat Polri diperintahkan sesuai dengan aklumat Kapolri melakukan penindakan. Polri akan melakukan dengan cara humanis, dengan sopan, dan melakukan peneguran,” ucap Herry.

Apabila, hal tersebut tidak ditaati, kepolisian akan melakukan tindakan tegas. “Polri berharap, bahwa kegiatan ini juga akan disosialisasikan dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polri. Mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda, Polres, Polsek, bahkan ke Babinkamtibmas, bersama-sama dengan aparat desa dan Babinsa,” jelasnya.

Terkait dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Polri meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berkumpul, mengumpulkan orang banyak. “Kemudian juga meminta kepada semua masyarakat untuk tidak pulang kampung, atau tidak mudik. Kita bersama-sama berusaha mencegah penyebaran Covid-19 ini,” papar Herry.

Dikatakan, Polri bersama aparat pemerintah sudah menyusun sekian banyak skenario. Aparat Polri dan TNI akan diterjunkan di semua titik untuk mengamankan kebijakan tersebut. Ia berharap masyarakat dapat disiplin mematuhi imbauan pemerintah sehingga penyebaran virus tidak semakin meluas. (khf/fin/rh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *