Mobilitas Berkurang, Kualitas Udara Tetap

oleh -150 views
okri--indikator-suhu-mati-(2)
RUSAK: Pengendara melewati alat pengukur kualitas udara Kota Cirebon di Jl Cipto Mangunkusumo, Senin (6/4). FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Sudah tiga pekan, warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Kendati kepadatan lalu lintas dirasakan berkurang, namun kualitas udara di Kota Cirebon cenderung tetap.

Pantauan air visual, pada pukul 13.00 WIB kualitas udara di wilayah Kota Cirebon berada di angka 87 yang berarti moderate atau sedang yang mendekati kategori tidak sehat untuk kelompok rentan.

Sementara saat dipantau pada malam hari, kualitas udara di Kota Cirebon berada di angka 78. Angka ini tidak berbeda jauh saat Air Visual melakukan pengukuran pada pertengahan bulan Agustus 2019. Tapi  saat itu, angkanya adalah 93.

Pengukuran terhadap kualitas udara dilakukan menggunakan parameter PM (particulate matter) 2,5 alias pengukuran debu berukuran 2,5 mikron berstandar US AQI (air quality index). Untuk diketahui, Air Visual menggunakan rentang angka AQI 0-500, di mana semakin tinggi AQI semakin tinggi pula tingkat polusi udaranya.

Terdapat enam kategori, masing-masing yaitu dengan AQI 0-50 baik, 51-100 sedang, 101-150 tidak sehat untuk kelompok rentan, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, 301-500 berbahaya.

Indeks tersebut menggunakan indikator enam jenis polutan udara yaitu PM 2.5, PM 10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida dan ozon tingkat dasar.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon memang mencatat penurunan kepadatan lalu lintas hingga 30-40 persen, terutama setelah imbauan pemerintah terkait dengan social distancing. agar warga belajar dan bekerja di rumah, telah berdampak terhadap kepadatan lalu lintas.

Bahkan di kawasan perniagaan, seperti Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Karanggetas hingga Jalan Pekiringan terpantau lancar. Hal yang sama terlihat di kawasan pendidikan, yakni Jalan Perjuangan, Jalan Pemuda dan Jalan wahidin yang tak seperti biasanya yang selalu ramai dan padat.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Kota Cirebon, Rony Priatna SSiT mengungkapkan, berdasarkan patroli yang dilakukan oleh tim dan juga pemantauan CCTV di Area Traffic Control System (ATC), kepadatan kendaraan telah berkurang drastis.

Namun untuk Jalan By Pass Pantura yang merupakan jalan nasional kondisinya masih normal. Pengurangan jumlah kendaraan hanya terjadi di pusat perniagaan dan pendidikan yang sering menjadi simpul kemacetan.

Dishub juga mencatat adanya kenaikan kendaraan berplat luar daerah yang mayoritas datang dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Ada kenaikan sekitar 10 persen kendaraan dari luar yang melintas. Didominasi kendaraan pribadi dan angkutan umum. (awr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *