Musim Panen, Harga Gabah Jatuh, Bandar Tunda Pembelian

oleh -1.050 views
Kho-Bandar Tunda Pembelian, Harga Gabah Jatuh2
HARGA JATUH: Petani di wilayah Kecamatan Gantar tengah panen padi, kemari. Mereka berharap pemerintah membeli gabah mereka karena bandar menunda pembelian karena wabah corona. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Datangnya musim panen raya padi, petani di wilayah Kecamatan Gantar bersuka cita. Tapi tidak untuk harga gabah. Petani disana mengeluh, gara-gara harga gabah tiba-tiba merosot tajam.

Belakangan diketahui, jatuhnya harga lantaran pasokan gabah yang mulai melimpah, namun penyerapan rendah. Hukum pasarpun berlaku. Kondisi ini membuat petani ketar-ketir. Pasalnya, nilai jual gabah tidak sepadan dengan biaya operasional yang telah dikeluarkan.

“Bandar gabah ramai-ramai tunda pembelian, harganya jadi jatuh. Modal saja tidak bisa ketutup,” keluh Kanto, petani asal Desa Baleraja Kecamatan Gantar, Minggu (5/4).

Saat ini, sebutnya, harga gabah kering pungut varietas ciherang di kisaran Rp3800-4100/kg. Sedangkan varietas inpari 42 di kisaran Rp4800/kg. “Yang harganya Rp5500 per kilogram itu varietas padi ketan, itupun juga sebenarnya harganya ikutan jatuh. Normalnya di atas enam ribuan rupiah per kilonya,” ungkapnya.

Menurut Kanto, rendahnya harga gabah tidak seimbang dengan biaya operasional yang pada musim tanam rendeng ini terbilang besar. Terutama untuk biaya pompanisasi atau penyedotan air dari Sungai Cipunegara. Pompanisasi tetap dilakukan lantaran sepanjang musim tanam rendeng  curah hujan tidak berlangsung normal.

“Biaya pompanisasi ini makan besar untuk beli BBM. Semakin sawahnya jauh dari sungai, biayanya tambah besar. Belum lagi biaya pupuk dan obat-obatan yang harganya naik,” terangnya.

Menghadapi situasi ini, dirinya berharap, pemerintah turun tangan. Seperti melakukan pembelian gabah petani maupun menurunkan harga obat-obatan pertanian. Supaya petani sawah tadah hujan di wilayah Kecamatan Gantar dapat kembali menanam padi di musim tanam gadu.

Petani lainnya, Carnoto mengungkapkan, jika harga gabah terus turun, petani dipastikan merugi. Situasi ini harus menjadi perhatian pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyerap gabah petani pada panen raya ini. Tentu dengan harga yang dinilai layak.

Apalagi dari informasi yang diterimanya, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk GKP di kisaran Rp4700/kg. “Lumayan kalau harganya segitu dari pada dijual Rp4200 ke tengkulak. Tapi kalau menurut kami sih, idealnya harga gabah di kisaran Rp5000 per kilo,” jelasnya.

Salah seorang bandar gabah, Rusna membenarkan. Saat ini, dia dan juga teman-temannya memilih menunda pembelian bahan baku beras. Merebaknya wabah virus corona, membuat usahanya juga ikut terdampak karena banyak pabrik penggilingan padi memilih tutup. “Gara-gara virus corona. Pabrik pada tutup, kita mau beli gabah juga kan tidak bisa digiling. Pabrik sekarang bukanya hanya layani pesanan saja,” tuturnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *