Inovasi Layanan Puskesmas Kejaksan, Konsultasi Online, Obat Diantar Kader sampai Rumah

oleh -70 views
Abd-Pelayanan Online Puskesmas Kejaksan (1)
KIRIM OBAT: Kader Puskesmas Kejaksan mengantarkan obat ke kediaman pasien, Rabu (8/4). FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON

Wabah Covid-19 membuat masyarakat menerapkan social dan physical distancing. Untuk tetap memberikan layanan kesehatan, Puskesmas Kejaksan membuat terobosan. Berobat secara online.

ABDULLAH, Kejaksan

PELAYANAN kesehatan tetap harus berjalan di samping penanganan kewaspadaan Covid-19. Masyarakat di Kecamatan Kejaksan kini dapat menikmati layanan yang praktis. Mereka cukup mengirimkan pesan ke nomer yang sudah ditentukan.

Puskesmas Kejaksan membuat grup khusus pada aplikasi pesan instan. Dalam grup itu, ada dokter jaga,dokter gigi, ahli gizi, dan bidan.

Pasien bisa bisa langsung konsultasi ke dokter tentang keluhan keluhannya. Oleh dokter akan dilakukan diagnosa terkait sakit yang dialami.

Begitu juga ibu hamil. Melalui grup WhatsApp bisa konsultasi ke bidan dan akan memberikan obat vitamin dan lain lain sesuai kondisi pasien. Dengan demikian, pasien tidak perlu langsung datang ke Puskesmas Kejaksan.

Sedangkan untuk pengiriman obat, ada kader yang datang ke puskesmas. Kemudian diantarkan ke alamat masing-masing pasien.

Endang Susiati, salah satu kader di RW 01 Kesenden salah satu yang aktif menjadi perantara antara pasien dan puskesmas. Kemarin, ia ditemui saat mengambil obat untuk pasien yang menderita hipertensi.

“Kondisi pasien semua sudah sepuh. Jadi cukup ditensi di rumah. Nanti obat diambilkan kader,” kata Endang kepada Radar Cirebon.

Selain mengantarkan obat, kader juga melakukan pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan lain yang diperlukan. Data hasil pemeriksaan dasar itu, kemudian dikomunikasikan melalui handphone kepada dokter. “Ini tensi alatnya sudah digital, jadi gampang. Kita bisa laporkan,” ucap kader yang sudah mengabdi 15 tahun ini.

Kepala Puskesmas Kejaksan, dr Junny Setiawati menjelaskan, penerapan pelayanan kesehatan secara online diharapkan bisa mengurangi potensi terjadinya kumpulan orang. Sehingga dapat memutus mata rantai Covid-19.

Untuk mendapatkak pelayanan secara online, tentu ada kriterianya. Tentu mereka  ada di dalam wilayah kerja Puskesmas Kejaksan. Sedangkan pasien dari wilayah di perbatasan harus ada persetujuan dari wilayah setempat.

Saat konsultasi masyarakat juga harus jujur. Sebab, menutup-nutupi riwayat justru bisa membahayakan lain. Bahkan konsultasi secara online ini oleh petugas puskesmas tetap dicatat dan dimasukkan kepada medical record puskesmas. “Pengantaran obat langsung ke warga ini bentuk inovasi puskesmas dan jasa ini gratis. Tujuannya menghilangkan tatap muka,” kata Junny.

Pengantaran obat melibatkan kader puskesmas sudah 1 April. Sedangkan konsultasi online sudah diberlakukan sejak Maret.

Sejauh ini, layanan online dapat berjalan baik. Padahal, Puskesmas Kejaksan meng-cover 14 ribu warga di wilayah kerjanya. Satu orang relawan yang mengantarkan obat sehari bisa melakukan pengiriman ke ke 5-6 pasien.

Arumsari (26) warga RW 10 Samadikun salah satu yang didatangi kader Puskesmas Kejaksan. Perempuan yang tengah hamil 8 bulan itu mengaku sangat terbantu. Sebab, dengan usia kehamilannya tentu pergeraknya pun terbatas. “Senang banget konsultasi secara online dan obatnya diantar langsung ke rumah,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *