17 Tim Medis Wilayah III Cirebon Diisolasi

oleh -3.903 views
relawan-Covid-19
Ilustrasi tenaga medis menangani pasien yang terjangkiti virus corona. Foto: Reuters

CIREBON – Para tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 berisiko terpapar. Data pekan lalu hingga Senin (13/4), setidaknya ada 17 tenaga medis di Wilayah III Cirebon yang kini diisolasi.

Bahkan ada yang sejak kemarin dirawat dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) karena menunjukkan gejala klinis mirip Covid-19.

Data yang diterima Radar Cirebon, satu tenaga medis di Kabupaten Cirebon berstatus PDP. Yang bersangkutan dirawat dan tengah menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Kabupaten Cirebon.

“Ada tenaga medis yang saat ini dirawat, menjalani isolasi. Ini tenaga medis pertama (pertama di Kabupaten Cirebon, red) yang dirawat saat pandemi corona,” ujar Kadinkes Kabupaten Corebon Hj Eni Suhaeni SKM MKes, kemarin.

Dia mengatakan tenaga medis yang dirawat tersebut merupakan seorang perawat. Dikatakan Eni, perawat tersebut bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Cirebon dan dirawat karena mengalami gejala klinis.

“Masih diobservasi. Belum keluar hasil pemeriksaannya. Mudah-mudahan negatif Covid-19,” ucapnya.

Sebelumnya, Jumat lalu (10/4), ada 15 tenaga medis di Indramayu harus diisolasi setelah menangani seorang pasien positif Covid-19. Mereka diisolasi selama 14 hari di ruang Kijang Kencana 1 RSUD Indramayu.

“Ruangan Kijang Kencana 1 saat ini kami khususkan sebagai tempat isolasi para tenaga medis yang pernah kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu dr Deden Bonni Koswara.

Seperti diketahui, pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Indramayu merupakan seorang pria yang diketahui baru kembali dari Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Deden mengatakan, telah melakukan tracing (penelusuran) dan tracking (pelacakan) terhadap keluarga dan teman-teman dari pasien itu.

“Bersama dengan temannya, pasien pada tanggal 25 Maret 2020 pulang dan turun di Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Indramayu menggunakan mobil sewaan dengan pengemudi dari Kabupaten Indramayu,” terang Deden.

Selanjutnya, pada 26 Maret 2020, pasien memeriksakan diri pada salah satu tenaga kesehatan dengan keluhan panas, batuk, dan sesak. Sampai 27 Maret 2020, keluhan tersebut belum juga berkurang.

Pasien lantas dirujuk ke RSUD Pantura MA Sentot Patrol yang kemudian dirujuk ke RSUD Indramayu sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Pasien kemudian dinyatakan positif terjangkit Covid-19 setelah menjalani tes swab.

Atas temuan tersebut, Deden mengatakan, telah melakukan rapid test terhadap 10 orang yang terdiri dari keluarga dan teman sang pasien yang ikut bersama ketika pulang ke Indramayu. Serta kepada 20 orang tenaga medis yang ada di RSUD Pantura MA Sentot Patrol. “Dan semua hasil rapid test dinyatakan negatif,” tegas Deden.

Sedangkan dari Kota Cirebon, salah seorang perawat RSD Gunung Jati yang sehari-hari sebagai perawat di ruang isolasi Covid-19 RSDGJ pernah dirawat. Data itu terungkap pada Kamis lalu (26/3).

Meski demikian, ketika itu Kabag Humas RSD Gunung Jati Arif Wibawa Rumana tak menyebut pasti gejala yang dialami. Hanya saja, kata Arif, secara umum perawat itu mengalami sakit tingkatan sedang dan sedang menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang jelas, dalam situasi seperti ini beban kerja juga lumayan. Kita nggak tahu juga, perawat ini pernah ke mana. Kemungkinan karena kelelahan,” kata Arif saat dikonfirmasi Radar Cirebon, Kamis lalu (26/3). (dri/oet/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *