Premier League Bakal Dilanjutkan, Seperti Ini Caranya

oleh -55 views
liga-inggris-2018-2019-klub-jadwal-klasemen-transfer-epl
Ilustrasi

JAKARTA – Klub peserta Premier League menyatakan komitmen mereka untuk kompetisi dilanjutkan. Namun, beradasarkan peraturan yang tertuang di Project Restart, set protokol, semua sisa laga Premier League 2019/2020 hanya bisa digelar di tempat netral.

Project Restart sejatinya belum diteken, tetapi operator Premier League bersama klub-klub sudah mendiskusikan isi dari set protokol itu pada conference call pada Jumat (1/5) malam WIB.

Ya, salah satu yang dibahas adalah, terkait penggunaan tempat-tempat netral atau stadion yang sudah ditentukan untuk menyelesaikan musim.

Premier League memang menyatakan kepada klub-klub, bahwa semua laga sisa di 2019/2020 tak akan digelar di semua stadion milik peserta. Dengan kata lain, tak ada konsep kandang-tandang.

Itu dilakukan demi menjaga keamanan dan kesehatan semua perangkat pertandingan. Wabah virus corona (Covid-19), yang membuat Premier League 2019/2020 ditangguhkan.

Sementara itu, untuk stadion-stadion yang akan digunakan mesti mendapatkan sertifikat keamanan (Sports Grounds Safety Authority) dan izin dari kepolisian. Namun, pihak Premier League belum memilih stadion apa saja yang akan ditunjuk.

“Hanya delapan sampai sepuluh stadion yang bakal mendapatkan sertifikat dan izin tersebut,” tulis laporan Sky Sports.

Wacana menggelar sisa laga Premier League 2019/2020 di tempat netral sejatinya bukan barang baru. Pada 30 April, Kepolisian Inggris menyatakan bahwa semua laga yang dianggap vital mesti digelar di venue netral.

Yang dimaksud laga vital adalah pertandingan yang menentukan gelar juara, tiket ke kompetisi Eropa, dan degradasi. Peraturan itu diterapkan demi meminimalisir risiko berkumpulnya suporter di luar stadion.

Usulan pundit Sky Sports sekaligus legenda Manchester United, Gary Neville, bahkan lebih ekstrem. Neville menyarankan Premier League 2019/2020 dilanjutkan kembali di negara tetangga yang aman dari virus corona.

Neville meyakini, bahwa kebutuhan logistik di tiap pertandingan tak akan bisa dipenuhi jika digelar di Inggris atau Britania Raya. (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *