Israel Bakal Bangun 7.000 Permukiman di Tepi Barat

oleh -116 views
Palestina-Protes-Pembangunan-Permukiman-Yahudi-di-Tepi-Barat
PROTES: Tentara Israel mengambil posisi ketika para demonstran Palestina berkumpul selama protes menentang ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat. Sekarang setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendapatkan masa jabatan baru, banyak yang mencegahnya untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat pada awal musim panas ini. Foto: AFP

JAKARTA – Israel menyepakati pembangunan tujuh ribu unit permukiman di Tepi Barat yang diduduki. Unit baru ini akan dibangun di permukiman Efrat di blok Gush Etziion, Tepi Barat selatan.

Dikutip dari Anadolu Agency pada Kamis (7/5), pemerintah Israel telah meningkatkan pembangunan permukiman di wilayah Tepi Barat dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini adalah upaya mendukung rencana untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat pada Juli dengan dukungan Amerika Serikat.

Konstruksi baru di Efrat disetujui dapat menampung sekitar tujuh ribu unit rumah. “Momentum pembangunan di negara ini tidak boleh dihentikan, bahkan untuk sedetik,” kata Bennett dalam akun Twitter.

Sedangkan hukum internasional memandang seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sebagai wilayah pendudukan. Semua pembangunan permukiman Yahudi di wilayah tersebut merupakan tindakan ilegal.

Palestina mengatakan, rencana itu bias terhadap mereka. Pemerintahan pun telah memboikot upaya mediasi Washington karena mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada akhir 2017.

“Rencana aneksasi administrasi Trump mengesahkan segala sesuatu tentang perusahaan permukiman kolonial Israel ilegal adalah tentang: Sebuah narasi rasis, pelanggaran hukum internasional dan pengabadian penolakan hak-hak Palestina,” kata pejabat Palestina, Saeb Erekat, dikutip dari Aljazirah.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berencana untuk mengunjungi Israel pekan depan. Pompeo berencana untuk mengunjungi Israel selama satu hari dan bertemu Netanyahu dan Benny Gantz.

Hal ini menjadi tanda bahwa dia sedang mempertimbangkan masalah teritorial yang telah menjadi pembahasan upaya pembangunan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Netanyahu ingin bersekutu dengan saingan politiknya, Gantz, dan memulai diskusi kabinet pada 1 Juli tentang menyatakan kedaulatan Israel atas permukiman dan Lembah Yordan, serta Tepi Barat. Kesepakatan pemerintah persatuan telah diperdebatkan di pengadilan tinggi Israel.

Sementara itu, Duta Besar Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk Israel David Friedman menyatakan, siap mengakui kedaulatan Israel di sebagian wilayah Tepi Barat setelah syarat-syarat yang ditetapkan negaranya dilaksanakan.

Syarat itu antara lain, menyelesaikan pemetaan, menghentikan pembangunan permukiman Israel di Area C yang dikecualikan dari aneksasi, dan ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setuju untuk bernegosiasi dengan Palestina sesuai dengan rencana perdamaian AS.

“Washington tidak berencana untuk memaksakan syarat baru bagi langkah itu,” kata Friedman dalam sebuah wawancara dengan harian Israel, Hayom, seperti dikutip laman Anadolu Agency.

Setelah hal-hal itu terpenuhi, AS akan mengakui kedaulatan Israel di sebagian wilayah Tepi Barat. “Bukan AS yang mendeklarasikan kedaulatan tetapi pemerintah Israel. Setelah itu, AS siap untuk mengenalinya,” ujarnya.

Israel diperkirakan akan melakukan aneksasi pada 1 Juli, sebagaimana disepakati antara Netanyahu dan kepala partai Biru dan Putih Benny Gantz. Keduanya saat ini membentuk pemerintah persatuan.

Sebagian besar pemukiman yang ingin dicaplok Israel terletak di Area C yang membentuk sekitar 60 persen dari Tepi Barat. Wilayah itu diketahui berada di bawah kendali Israel. (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *