Menuju Zero Pasien Covid-19

oleh -585 views

CIREBON – Kurva pasien mengarah terinfeksi corona virus disease-2019 (covid-19) di Kota Cirebon terus menurun. Hingga Jumat (8/5), tersisa 1 orang tanpa gejala (OTG), 10 orang dalam pemantauan (ODP), dan 2 pasien dalam pengawasan (PDP).

Sementara untuk pasien terkonfirmasi positif, total ada 6 orang (1 meninggal, 1 sembuh, 4 dalam pengawasan). Kendati demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon masih mengupayakan skrining menggunakan rapid test. Sebab, dari sekitar 1.000 orang yang telah dilakukan tes cepat, 7 diantaranya dinyatakan reaktif versi rapid test.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes, Tri Mulyaningsih mengatakan, 7 orang yang reaktif tersebut saat ini berstatus sebagai OTG dan ODP. Dilakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari. “Mereka bukan 1 keluarga dan bukan dari klaster pasien terkonfirmasi positif pertama asal Kota Cirebon. Mereka 7 orang ini dari riwayat perjalanan,” ujar Tri, kepada Radar Cirebon.

Tri menuturkan, sebanyak 15.855 penduduk Kota Cirebon akan dilakukan rapid test secara masal dan bertahap. Tes masal menyasar kepada orang yang paling berisiko. Seperti ODP, OTG, atau PDP. “Bukan kepada semua jumlah penduduk Kota Cirebon,” ungkapnya.

Ia manambahkan, jumlah 15.855 rapid test merupkan pengadaan dari pemerintah Kota Cirebon beserta bantuan Provinsi Jawa Barat, yang diserahkan sebanyak 3 tahap. Tahap pertama 80 unit, tahap dua 196 unit, dan tahap tiga 100 unit. “Rapid test bantuan dari provinsi sudah terpakai semua untuk ODP dan PDP,” tukasnya.

Sementara 15.497 rapid test sisanya, merupakan pengadaan oleh pemerintah Kota Cirebon dari alokasi Biaya Tidak Terduga (BTT).

Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Sri Laelan Erwani menambahkan, rapid test masal masih dilakukan dan akan terus berlangsung. Untuk lokasinya, sengaja dipusatkan di Gedung Diklat BKKBN agar aman saat pelaksanaannya. “Jadwal dan sasaran rapid test, disesuaikan dengan ketersediaan. Karena memang unitnya datang secara bertahap,” pungkasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, saat ini terdapat 23 orang tanpa gejala, 22 selesai pemantauan dan menyisakan 1 orang yang dalam pemantauan.

Untuk orang dalam pemantauan, dari total 334 menyisakan 10 dalam proses pemantauan dan 324 diantaranya selesai.

Sedangkan pasien dalam pengawasan masih ada 2 orang dalam perawatan, 7 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *