Beredar Skenario Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19 Mulai 1 Juni Aktivitas Industri hingga Sekolah Dibuka, Begini Tanggapan Sri Mulyani

oleh -1.402 views
Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA – Beredar infografis terkait pemulihan ekonomi di Indonesia pasca Covid-19. Infografis yang disebut presentasi Menko Perekonomian Airlangga Hartanto tersebut berisi skenario pemulihan ekonomi secara bertahap yang terbagi dalam 5 fase.

Fase pertama, mulai 1 Juni 2020, industri dan jasa bisnis ke bisnis (B2B) dapat diizinkan beroperasi dengan menerapkan protokol Covid-19. Tapi mal belum diizinkan beroperasi kecuali toko penjual masker dan fasilitas kesehatan.

Fase kedua, mulai 8 Juni, toko, pasar dan mal boleh buka seperti semula tapi dengan protokol kesehatan Covid-19. Namun toko atau usaha yang berpotensi terjadi kontak fisik (salon, spa, dan lainnya) belum boleh beroperasi.

Fase ketiga, mulai 15 Juni, toko, pasar dan mal tetap beroperasi, namun ada evaluasi pembukaan salon, spa, dan lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Pada fase ini juga, sektor kebudayaan, pendidikan, dan kegiatan lain sehari-hari kembali dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Fase keempat, mulai 6 Juli, evaluasi pembukaan kegiatan ekonomi, mulai dari operasional restoran, cafe, gym, industri travel, hingga kegiatan ibadah diperbolehkan dengan jumlah jamaah dibatasi.

Fase kelima, mulai 20 dan 27 Juli, evaluasi pembukaan kegiatan sosial dalam skala besar. Dan, akhir Juli atau awal Agustus 2020, diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dibuka secara normal.

Infografis skenario pemulihan ekonomi di Indonesia pasca Covid-19. Foto: Istimewa

Infografis itu menjadi perbincangan di dunia maya, karena sisi lain sejumlah daerah sesang menerapkan pembatasan sosial berskala sosial (PSBB). Bahkan PSBB kemungkinan bisa diperpanjang jika kasus corona terus bertambah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi beredarnya infografis, mengatakan, pemerintah memang sedang menyusun kajian untuk memitigasi penanganan Covid-19 dari berbagai aspek. Namun dia tetap menekankan pertimbangan kesehatan menjadi hal utama.

“Kami memang sedang kaji berbagai kemungkinan agar dampak sosial-ekonomi dapat dikurangi. Namun, langkah-langkah ini tergatung data driven di lapangan,” katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dikutip dari bisnis.com.

Dia menambahkan Presiden Jokowi dalam sidang kabinet juga melihat berbagai aspek tersebut. Jika mengacu pada data penyebaran Covid-19, lanjutnya, pemerintah mencari kemungkinan menyeimbangkan kebutuhan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan sambil membuat skema interaksi sosial pasca pandemi yang disebut new normal.

Menurutnya, strategi tersebut sudah dilakukan oleh beberapa negara Eropa yang terjangkit Covid-19, misalnya Inggris, Perancis, Italia, dan Spanyol. Negara-negara tersebut, kata Sri Mulyani, membuat kriteria kegiatan atau interaksi sosial-ekonomi mana saja yang bisa dan tidak bisa dilakukan.

“Indonesia melakukan kajian yang sama. Jadi kalau di WA (WhatsApp) Group beredar presentasi Pak Menko itu yang dikaji. Termasuk kementerian lembaga lain akan melihat aspek-aspek secara seimbang, baik dari kesehatan, sosial, ekonomi, bahkan religius. Karena PSBB praktik melakukan ibadah bersama terbatasi. Kita akan melihat dari situ,” imbuhnya. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *