Pemerintah Serap Rp 20 Triliun dari Hasil Lelang Tujuh Surat Utang Negara

oleh -93 views
DUIT-Cicilan-Macet-Bank Keliling-Virus-Corona
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

JAKARTA – Di balik wabah viru corona (Covid-19), pemerintah berhasil menyedot sedikitnya Rp 20 triliun dari hasil lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN).
Uang dengan nilai fantastis ini, diklaim menjadi pondasi ekonomi di tengah-tengah goncangan krisis yang melanda.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menyebutkan hasil lelang tersebut memenuhi target indikatif yang ditetapkan Rp 20 triliun.

”Serapan Rp 20 triliun dari lelang tujuh seri SUN ini memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total penawaran masuk Rp 73,3 triliun,” terang Drijen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Afirman, yang dipertegas dalam keterangan pers.

Selain itu, pemerintah menetapkan hasil lelang dari penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara senilai Rp 6,17 triliun dengan cara Private Placement untuk dua seri. Yaitu PBS022 sebesar Rp 2,5 triliun dan PBS0023 senilai Rp 3,67 triliun.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Riko Amir menyebutkan, sampai akhir April 2020 terdapat penambahan SBN Rp 150 triliun termasuk 4,3 miliar dolar AS dari global valas. ”Jadi posisi hingga akhir April 2020 kita sudah terbitkan SBN Rp 376,5 triliun,” katanya.

Riko mengatakan, dalam total realisasi tersebut terdapat tambahan penerbitan SBN Rp 150 triliun hingga akhir April 2020 dan termasuk penjualan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 4,3 miliar dolar AS.

”Sementara sampai akhir kuartal I-2020 pinjaman program yang berhasil dicairkan sebesar 300 juta dolar AS dan 600 juta euro,” katanya.

Nah untuk kebutuhan pembiayaan anggaran pada 2020 mencapai Rp 1.439,8 triliun. Rinciannya, Rp 852,93 triliun untuk membiayai defisit anggaran, Rp 433,4 triliun untuk membiayai utang jatuh tempo, dan Rp 153,46 triliun untuk pembiayaan non-utang. ”Untuk 2020 kalau pembiayaan utang bruto kita Rp 1.439,8 triliun,” ujarnya.

Kemudian, ia menyebutkan untuk penerbitan SBN kuartal II-2020 sampai kuartal IV-2020 akan mencapai Rp 856,8 triliun yang dipenuhi melalui lelang di pasar domestik, penerbitan SBN ritel, private placement, dan penerbitan SBN valas.

Untuk periode kuartal II-2020 hingga kuartal IV-2020 rata-rata lelang SBN per dua minggu akan mencapai Rp 35 triliun sampai Rp 45 triliun. ”Jika target lelang tidak tercapai maka Bank Indonesia berfungsi sebagai pembeli last resort,” pungkasnya. (fin/ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *