Covid-19 Jangan Sampai Kurangi Kegembiraan Lebaran

oleh -108 views
menteri-agama-fachrul-razi
Menteri Agama, Fachrul Razi. Foto: Kemenag/Dok

JAKARTA – Menteri Agama Fachrul Razi berharap pandemi Covid-19 tidak mengurangi kegembiraan dalam menyambut dan merayakan Idul Fitri 1441 H yang merupakan hari kemenangan umat Muslim di seluruh dunia.

“Ibadah dan silaturahmi bisa dilakukan di rumah saja. Kegembiraan jangan sampai hilang tetapi tetap harus terhindar dari COVID-19,” kata Fachrul sebagaimana disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia dipantau di Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Fachrul kembali mengingatkan masyarakat tidak mudik. Dia mengatakan kegiatan mudik bisa membawa virus corona penyebab Covid-19 ke kampung halaman sehingga malah menyebabkan malapetaka bagi keluarga.

Baca Juga:

Mufti Agung Arab Saudi: Salat Idul Fitri di Rumah

Salat Idul Fitri di Rumah Minimal 4 Orang

Fachrul juga mengimbau masyarakat tidak mengadakan takbir keliling pada malam Idul Fitri. Menurut dia, takbiran bisa dilakukan di rumah.

“Namun, saya juga mengimbau masjid dan mushala tetap menggaungkan takbir melalui pengeras suara untuk memeriahkan malam Idul Fitri,” tuturnya.

Tentang penyelenggaraan Salat Idul Fitri, Fachrul mengatakan juga bisa dilakukan di rumah bersama keluarga inti, baik secara perorangan maupun berjamaah. Menurut pendapat beberapa ulama, Salat Idul Fitri berjamaah bisa dilakukan oleh empat orang saja.

“Salat Idul Fitri adalah salat sunnah muakad, yang artinya salat sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah juga tidak pernah meninggalkan salat Idul Fitri,” katanya.

Pada saat Hari Raya Idul Fitri, Fachrul juga mengimbau masyarakat merayakan Lebaran di rumah saja. Tidak perlu bertamu atau menerima tamu di rumah karena bisa saja orang lain merupakan pembawa virus corona penyebab covid-19 yang tanpa gejala.

“Silaturahim bisa dilakukan melalui media sosial. Saat ini banyak sekali media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk saling bermaafan. Silaturahim tidak harus bertemu fisik. Silaturahmi terjalin bukan karena kedekatan fisik melainkan kedekatan batin,” tuturnya. (yud/antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *