Karyawan RS Swasta di Kota Cirebon Terinfeksi Covid-19

oleh -11.386 views

CIREBON – Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon sempat mencatat adanya penambahan 1 pasien terkonfirmasi positif asal Kota Cirebon pada Kamis (21/5). Setelah dilakukan penelusuran, rupanya pasien tersebut asal Kabupaten Cirebon.

Diketahui juga, pasien ini merupakan salah satu karyawan rumah sakit swasta di Kota Cirebon. Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon dr Sri Laelan Erwani mengatakan hingga saat ini pasien yang bersangkutan menjalani perawatan/isolasi di rumah sakit tempat ia bekerja.

Dinkes Kota Cirebon melakukan ralat data atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa hingga Jumat (22/5) hari ini, pasien terkonfirmasi positif dari Kota Cirebon masih berjumlah 8 orang. Yakni 1 meninggal dan 2 sembuh, lalu 5 sisanya masih menjalani perawatan.

Laelan Erwani menambahkan, berdasarkan keterangan di Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang bersangkutan penduduk Kota Cirebon. Namun, kata Laelan, setelah dilakukan penelusuran langsung ke alamat yang bersangkutan, baru diketahui ternyata pasien asal Kabupaten Cirebon.

“Awalnya kami dapat informasi dari rumah sakit, pasien ini asal Kota Cirebon. Ternyata setelah dilakukan tracing, kata camat setempat, pasien yang bersangkutan sudah bertahun-tahun tidak tinggal di alamat seperti yang tercantum di KTP,” kata Laelan kepada Radar, Kamis malam (21/5).

Laelan menuturkan, pasien yang bersangkutan kemungkinan tertular akibat transmisi lokal di Kabupaten Cirebon atau terpapar dari keluarga yang datang dari daerah episentrum. “Kondisi stabil, tidak ada gejala,” pungkasnya.

Hingga Jumat pukul 08.30 WIB, Dinkes belum melakukan pembaharuan data pada situs resmi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Cirebon pada halaman web www.covid19.cirebonkota.go.id atas kekeliruan tersebut. Di mana jumlah pasien terkonfirmasi positif masih mencantumkan 9 orang (2 meninggal, 1 sembuh, 6 masih menjalani perawatan). Kemudian total PDP 10 orang (2 meninggal, 8 sembuh) dan ada 3 ODP yang masih dipantau, lalu 39 OTG yang juga masih menjalani pemantauan.

Penambahan salah satu karyawan rumah sakit sebagai pasien terkonfirmasi positif, lanjut Laelan, berawal dari pemeriksaan swab masal di rumah sakit tersebut. Dari seluruh karyawan, katanya, hanya ada 1 yang dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan dengan mengambil sampel lendir dari tenggorokan dan hidung atau disebut swab. “Sementara karyawan yang lain alhamdulillah negatif,” ungkapnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *