Pembunuh Warga Karangkendal Ngumpet di Plafon Sekolah

oleh -3.333 views
MENUNGGU: Keluarga sedang menunggu jenazah Heryanto dari RS Bhayangkara Losarang Indramayu di rumah duka, kemarin (22/5). FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON – Kabar meninggalnya Heryanto langsung memicu kemarahan masyarakat setempat. Ratusan warga yang geram mencari SL di rumahnya. Bahkan, setiap sudut Desa Karangkendal ditelusuri, hingga ke persawahan. Jalan keluar Desa Karangkendal juga dijaga ketat oleh masyarakat dengan tujuan agar pelaku tidak bisa keluar.

Sayangnya hingga semalaman pencarian terhadap SL tidak membuahkan hasil. Menjelang pagi, salah satu warga mencoba mencari pelaku di bangunan sekolah yang tidak jauh dari rumah pelaku. Pelaku akhirnya berhasil ditemukan mengumpet di plafon bangunan sekolah dasar desa setempat.

“Pelaku ketemu dan ditangkap pada Jumat (22/5) pukul 06.00 pagi tadi. Dia ngumpet di plafon sekolah. Itu juga sampai plafonnya didobrak,” ujar Makyani (50) ayah korban.

Ditemukannya SL langsung menyita masyarakat setempat. Warga berkumpul dan memberikan bogem mentah kepada pelaku. Untungnya, pagi itu banyak petugas kepolisian di lokasi kejadian, sehingga pelaku langsung dimasukkan ke dalam mobil Polsek Kapetakan. Pelaku  dan dibawa ke Mapolsek Kapetakan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau gak ada polisi, pelaku yang sudah dimassa bisa mati. Pelaku juga sudah babak belur. Sekarang ada di polsek,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cirebon, jenazah korban saat ini tengah menjalani otopsi di Rumah Sakit Bayangkara, Losarang, Indramayu. Jenazah korban diperkirakan sampai rumah sekitar pukul 17.00 WID dan akan dikebumikan di kampung halamannya.

Sementara itu, pihak kepolisian saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban dan tidak memberikan komentar terkait penusukan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Geger pembunuhan di Blok Jamban, Desa Karangkendal, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon Kamis malam (21/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Korbannya bernama Heryanto (22). Pria asal Desa Karangkendal, Kecamatan Kapetakan itu meregang nyawa di tangan kerabatnya sendiri yang berinisial SL (25).

Peristiwa berdarah itu berawal ketika Heryanto dan SL terlibat cekcok di Gang Blok Jamban, Desa Karangkendal. Beberapa teman Heryanto yang khawatir, mencoba menengahi dan menyelesaikan permasalahan. Namun, Heryanto  merasa bisa menyelesaikan permasalahan sendiri, karena SL masih kerabatnya.

“Permasalahan apa, kami tidak ada yang tahu. Tapi, kata saksi yang merupakan temannya kakak (korban Heryanto), kakak mau ngobrol aja sama pelaku dan tidak perpikiran akan seperti ini kejadiannya (ditusuk, red),” kata adik korban Heryanto  yang bernama Yulianti.

Hanya selang beberapa menit kemudian, terdengar teriakan. Masyarakat setempat yang mendengar teriakan itu bergegas ke lokasi kejadian.  Begitu juga teman korban, yang langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka tersentak, ketika melihat korban dalam kondisi sudah tergeletak.

“Tahu-tahu sudah tergeletak saja, dan banyak darah. Tangan terluka parah, dan uluh hati juga sampai berlubang karena ditusuk dengan benda tajam,” tuturnya.

Untuk menyelamatkan nyawa Heryanto, masyarakat setempat membawanya ke Puskesmas Suranenggala untuk mendapatkan perawatan medis menggunakan sepeda motor.

Sayang, sampai puskesmas luka korban semakin parah, sehingga pihak puskesmas merujuk ke Rumah Sakit Pelabuhan.

“Di Puskesmas Suranenggala masih sadar. Heryanto masih bisa minum. Tapi, sampai sana kata dokter gak sanggup. Jadi, dipindah ke Rumah Sakit Pelabuhan menggunakan mobil ambulans. Sampai di Rumah Sakit Pelabuhan, tak tertolong dan meninggal dunia,” kata Makyani (50) ayah korban. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *