Pertamina Tambah 4 Unit Pertashop di Pelosok Desa

oleh -125 views

CIREBON – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III, telah menambah 4 Unit Pertashop di wilayah Jawa bagian Barat, mencakup Provinsi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Peresmian keempat Pertashop tersebut dilakukan, Rabu (20/5).

Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil untuk melayani kebutuhan konsumen BBM dan LPG yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

Pendirian Pertashop ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama Pertamina dengan pemerintah desa yang difasilitasi melalui Nota Kesepahaman (Memo of Understanding/MoU) antara Pertamina dengan Kementerian Dalam Negeri. Sinergi ini bertujuan untuk memperluas pelayanan BBM dan LPG melalui pengadaan Pertashop di desa-desa wilayah Indonesia.

Unit Manager Communication Relation & CSR MOR III Dewi Sri Utami menjelaskan, kehadiran Pertashop sekaligus mendukung program Pertamina One Village One Outlet (OVOO) dalam rangka memastikan pelayanan Pertamina hingga ke pedesaan.

“Pertamina akan terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak, untuk dapat melayani masyarakat hingga ke pedesaan dengan memperluas penyediaan atau availability energi. Pembangunan Pertashop akan diprioritaskan bagi daerah yang belum terjangkau SPBU dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dalam pengoperasiannya,” jelasnya.

Dengan mengusung tagline “Semua Sama Seperti Beli Di SPBU”, masyarakat akan mendapatkan BBM dengan harga, kualitas dan takaran yang sama saat membeli di Pertashop maupun SPBU. Saat ini harga Pertamax adalah Rp9.000 per liter.

Seperti di Jawa Barat, telah diresmikan Pertashop di Desa Dayeuhwangi, Kec Lemahsugih, Kab Majalengka. Serta, Desa Pabean Ilir, Kec Pasekan, Kab Indramayu.

Masing-masing Pertashop ini memiliki kapasitas tangki Pertamax hingga 3.000 Liter. Produk BBM di Majalengka dan Indramayu ini bersumber dari Integrated Terminal Balongan.

Dewi mengungkapkan, Pertashop menjadi alternatif penyediaan BBM terutama bagi masyarakat yang jauh dari SPBU. Seperti di Majalengka, jarak antara Pertashop dengan lokasi SPBU terdekat mencapai lebih dari 12 kilometer (Km).

Sementara itu, di Banten, Pertashop dioperasikan di Desa Menes, Kabupaten Pandeglang dan Padarincang, Kabupaten Serang, sebagai upaya mendukung perekonomian desa.

Peresmian ditandai dengan pengiriman perdana BBM jenis Pertamax dari Fuel Terminal Tanjung Gerem, dengan mobil Tangki Pertamina, kedua Pertashop di Desa Padarincang dan Desa Menes.
Manager Supply & Distribusi MOR III Dwi Muhammad Abdu dan Sales Area Manager Retail Banten Probo Prasiddhahayu menyaksikan pasokan perdana 3.000 Liter Pertamax, sekaligus menandai dioperasikannya Pertashop.

Saat ini, Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran yaitu antara 400 liter per hari (Gold), 1.000 liter per hari (Platinum) dan 3.000 liter per hari (Diamond).

Untuk memperluas pembangunan Pertashop, Pertamina mengembangkan skema kerja sama dengan desa. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *