Pasutri Asal Majalengka Positif Corona, 2 Anaknya Negatif

oleh -199 views
RSUD-Cideres-Majalengka
RSUD Cideres Kabupaten Majalengka. Foto ilustrasi: Istimewa

MAJALENGKA – Dua anak dari pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Majalengka yang positif corona (Covid-19) dinyatakan negatif. Itu setelah keduanya menjalani pemeriksaan Swab atau PCR (Polymerase Chain Reaction).

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka Alimudin menjelaskan, kedua anak dari pasutri pedagang seblak di Depok asal Majalengka yang positif Covid-19 dinyatakan negatif dari pemeriksaan Swab atau PCR. Anak tersebut yakni laki-laki usia 29 tahun dan anak kedua perempuan berusia 19 tahun.

“Hasil tes swab itu diumumkan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon sebagai tempat pemeriksaan sampel kedua anak tersebut,” katanya.

Baca juga:

2 Pasien Positif Corona Majalengka Asal Lemahsugih

Profesi 2 Pasien Positif Corona Majalengka Pedagang Kaki Lima di Depok

Kendati hasilnya negatif, Gugus Tugas akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap kedua anak tersebut agar melakukan aktivitas sesuai protokol kesehatan. Itu dilakukan agar tidak ada stigma buruk di tengah masyarakat.

“Kalau kedua orangtuanya hingga kini masih diisolasi di RSUD Cideres Majalengka,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juru bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka, Alimudin, menyebutkan data tambahan dua orang positif corona asal Kecamatan Lemahsugih. Dua orang warga Kecamatan Lemahsugih tersebut adalah pedagang kaki lima di Depok.

Kedua pasien corona tersebut merupakan pasangan suami istri. Kini keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka sejak Sabtu (23/5) kemarin.

“Iya kedua pasangan suami isteri (pasutri) itu, bekerja sebagai pedagang seblak di Kota Depok Provinsi Jawa Barat,” katanya, Minggu (24/5).

Alimudin menduga kuat yang bersangkutan tertular virus corona ketika berjualan di Depok atau imported case. Saat di Depok, istrinya sudah jatuh sakit dan dirawat di klinik. Namun karena tidak kunjung sembuh, yang bersangkutan bersama suami memilih dirawat di tanah kelahirannya di Majalengka.

Menurut kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka ini, suaminya tertular dari isterinya setelah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil Swab atau PCR.

“Kemungkinan besar terkonfirmasi Covid-19 saat merawat istrinya. Kini kedua pasien sudah dirawat di ruang isolasi sesuai protap Covid-19 untuk menjalani perawatan yang intensif,” ujarnya.

Mengenai keluarga maupun yang pernah kontak dengan pasien, Tim Gugus Tugas juga melakukan rapid test. Jika hasilnya reaktif, maka akan dilanjutkan dengan test Swab atau PCR.

“Kalau kedua anaknya kita langsung lakukan pemeriksaan PCR bukan lagi tes rapid test,” ucapnya. (iim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *