Satu Warganya Meninggal karena Covid-19, Pemdes Gadel Waspada

oleh -5.390 views
pemakaman-protokol-covid-19
PROSES PEMAKAMAN: Petugas RSUD Indramayu memakamkan TJ (46) yang meninggalkan akibat Covid-19 di TPU Karangtuang Desa Gadel, kemarin. ISTIMEWA/RADAR INDRAMAYU

TUKDANA- Pemdes Gadel Kecamatan Tukdana memperketat pengawasan, pasca satu warganya berinisial TJ (46) meninggal dunia karena positif virus corona atau Covid-19.

Kepala Desa Gadel Tasma melalui Sekdes Usman mengatakan, sebelum dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil dari Laboratorium Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon pada Sabtu (23/5) lalu, korban yang meninggal pada 21 Mei 2020, masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “Korban meninggal  merupakan pedagang sayur di Pasar Induk Kramat Jati yang sudah 20 tahun tinggal di Jakarta,” ujarnya.

Dikatakan Usman, korban pulang kampung pada tanggal 20 Mei 2020 untuk mengantarkan keluarga ke kampung halamannya di Desa Gadel. “Korban mengantarkan istri dan anaknya saja ke rumah. Setelah itu, korban langsung memeriksakan diri ke RSUD Indramayu, karena sesak napas,” terang Usman, Rabu (27/5).

Namun, dikatakan Usman, setelah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Indramayu, TJ (46) meninggal dunia pada tanggal 21 Mei 2020, pukul 17.20 WIB dengan diagnosa pneumonia sepsis ec Covid-19.

“TJ dimakamkan oleh petugas dari RSUD Indramayu di TPU Karangtuang Blok Desa Lama Desa Gadel pada tanggal 21 Mei 2020 pukul 23.30 WIB dengan protokol pemakaman Covid-19,” ungkapnya.

Dijelaskan Usman, pemdes bersama unsur muspika dan kesehatan telah melakukan tracing dan tracking siapa saja yang kontak langsung dengan almarhum, terutama istri dan 3 anaknya, serta orang-orang terdekat. “Sampel sudah dikirim, hasilnya saja belum keluar,” ujarnya. 

Selama hasil tes belum keluar, lanjut Usman, Pemdes Gadel melakukan pengawasan lebih ketat terhadap warganya yang datang dari wilayah Jabodetabek. Selain itu, memberikan imbauan kepada masyarakatnya untuk lebih waspada, dan selalu menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. 

“Bagi keluarga, kita pantau terus, isolasi secara mandiri di rumahnya tidak boleh keluar selama 14 hari. Desa selalu menjalin komunikasi dengan keluarga. Jika ada yang merasakan panas tinggi dan sesak nafas kami meminta pihak keluarga mengubungi pemdes dan tim penanganan Covid-19 di Kecamatan Tukdana,” ujarnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *