Harga Pasir Kuningan “Galau”, Pengusaha dan Sopir Dump Truck Musyawarah

oleh -2.805 views
Diskusi-Harga-Galian-Pasir-Kuningan
Susanto (kanan) anggota DPRD Kabupaten Kuningan, mendampingi sopir dump truck diskusi bersama pengusaha galian pasir di Kabupaten Kuningan terkait penetapan harga. Foto: Istimewa/Radar Kuningan

KUNINGAN – Pengusaha galian pasir di Kuningan mengeluh karena harga saat ini tidak ada kenaikan. Bahkan mereka mengancam usaha galian pasir bisa tutup jika harga tetap bertahan.

Di sisi lain, para pembeli yang didominasi sopir dump truck Kuningan khawatir, kenaikan harga pasir akan berdampak terhadap usaha angkut pasir ke pelanggan masing-masing. Terlebih dengan harga yang ada, mereka harus mengeluarkan biaya lainya selama proses angkut.

Untuk memastikan penyebab “galaunya” harga pasir, awak sopir dump truck yang dikoordinir Anang dan Aries Boby menemui perkumpulan pengusaha galian untuk menjalin komunikasi. Kedua belah pihak bermusyawarah untuk menemui kesepakatan.

Sabtu (30/5) siang, bertempat di kediaman Dudi Bahrudin Desa Gunung Karung, Kecamatan Luragung, beberapa perwakilan sopir disambut para pengusaha dan menjalin silaturahmi.

Pertemuan itu disaksikan pula oleh Camat, Polsek dan Koramil setempat. Secara bergiliran, pengusaha pasir dan awak sopir mengungkapkan apa yang selama ini menjadi kendala dan keberatan masing masing. Akhirnya mereka bersepakat akan menyelesaikan masalah harga pasir Kuningan pada pertemuan selanjutnya.

“Senin depan semoga bisa ada kesepakatan. Karena kami harus melakukan pertemuan kembali dengan para sopir se-Kuningan, supaya yang hadir lebih lengkap,” ujar Dudi Bahrudin mewakili pengusaha galian pasir.

Kedatangan perwakilan sopir ini juga tak lepas dari bantuan anggota DPRD Kuningan Fraksi PKB, Susanto. Bagi Susanto pekerjaan jasa angkutan dump truk bukan hal asing baginya. Karena sebelum terpilih menjadi anggota DPRD Kuningan, dirinya menggeluti usaha ini bertahun tahun.

“Ke depannya, saya berharap kepada pengusaha, sopir ini jangan dianggap sepele, jangan dianggap orang bodoh lah. Ke depannya jika ada sesuatu, ya harus dimusyawarahkan. Tolong para sopir ini minta dihadirkan. Karena sopir juga ingin semuanya kondusif,” ungkap Susanto kepada Radar Kuningan usai mengikuti musyawarah dan silaturahmi tersebut.

Ungkapan Susanto ditanggapi Anang, salah satu awak sopir dump truck. Dengan pertemuan ini dirinya kini merasa nyaman. Dengan rencana pengusaha menghadirkan sopir dalam penentuan kenaikan harga pasir Senin (1/6) besok.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Susanto yang membantu kami hingga bisa berkomunikasi dengan pengusaha pasir dalam hal kenaikan harga,” jelas Anang.

Meski tak menyebutkan kisaran harga dan usulan kedua belah pihak, pengusaha dan awak sopir sepakat menggelar pertemuan lanjutan. Hingga harga pasir ditetapkan demi keberlangsungan perdagangan pasir dalam jangka panjang.

Pantauan Radar Kuningan, seorang sopir dumptruk mengaku untuk bisa mendapatkan pasir dirinya harus mengeluarkan biaya Rp 325 ribu untuk 4-5 kubik. Kemudian biaya lain yang timbul di antaranya operator, parkir, sejumlah retribusi, bahan bakar dan jasa angkutan yang mereka harapkan.

Sehingga untuk bisa sampai ke halaman rumah pemesan mutlak harus menutup biaya tersebut supaya bisa tetap berikhtiar. (bud/ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *