Begini Kronologi OTK Serang Mapolsek di Kalimantan Selatan hingga Anggota Polisi Tewas

oleh -204 views
POLICE-LINEE
Ilustrasi

HULU SUNGAI SELATAN – Aksi penyerangan orang tak dikenal (OTK) di Mapolsek Daha Selatan Polres Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, saat ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan. Dalam peristiwa Senin (1/6) dini hari itu, satu anggota Polsek Daha Selatan tewas bersimbah darah.

Selain anggota polisi tewas, satu mobil patroli dibakar pelaku. Korban tewas diketahui bernama Leonardo Latupapua berpangkat brigadir.

Sementara pelaku sendiri tewas dalam proses penangkapan. Di lokasi kejadian, ditemukan samurai dan bendera ISIS milik pelaku.

Baca juga:

Diduga Simpatisan ISIS, OTK Serang Mapolsek di Kalimantan Selatan hingga Anggota Polisi Tewas

Berdasarkan informasi yang dihimpun radarcirebon.com, kronologi penyerangan Mapolsek Daha Selatan terjadi sekitar pukul 02.15 Wita. Saat kejadian, tiga anggota Polsek Daha sedang piket jaga.

Ketiga anggota itu adalah Brigadir Leonardo Latupapua, Brigadir Djoman Sahat Manik Raja, dan Bripda M Azmi. Sekitar puk 02.15, Azmi yang sedang berada di ruang UnitvReskrim mendengar keributan di ruamg Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Kemudian Azmi mendatangi ruangan SPKT dan melihat keadaan Brigadir Leonardo sudah bersimbah darah luka bacok. Azmi lantas bergegas sambil dikejar pelaku yang menenteng samurai menuju Kanit Intel Brigadir Sahat untuk meminta tolong.

Kemudian anggota yang dikejar tersebug lari ke ruang intel dan binmas seraya mengunci ruangan. Dari dalam ruangan Azmi meminta bantuan menelpon ke Polres Haluan Sungai Selatan (HSS).

Sementara pelaku bersembunyi di ruangan Unit Reskrim Polsek Daha Selatan. Sampai anggota dari Polres HSS datang, pelaku tidak mau menyerah. Sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak pelaku.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes M Rifai membenarkan adanya penyerangan tersebut. Menurut dia, kini polisi masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

“Kejadiannya betul dan mohon waktu, kami masih di tempat kejadian perkara untuk pendalaman,” kata Rifai dilansir JPNN.com, Senin (1/6).

Sampai saat ini Rifai mengaku belum bisa berbica lebih banyak terkait serangan yang diduga dilakukan oleh simpatisan ISIS tersebut. Pasalnya, tim di lapangan masih bekerja mengumpulkan bukti dan keterangan.

“Tunggu rilis resmi dari kami. Nanti kalau lengkap akan kami rilis (kasus penyerangan),” sambung perwira menengah ini. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *