Penanganan Kasus Pembuangan Bayi di Susukan Dialihkan ke Polresta Cirebon

oleh -1.632 views
penemuan bayi
DISELAMATKAN: Warga mengevakuasi bayi perempuan yang ditemukan di Dusun Wanakajir, Desa Jatianom, Kacamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Kamis (28/5). FOTO: ISTIMEWA

CIREBON – Penyelidikan terkait kasus pembuangan bayi di Desa Jatianom, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, kini diambil alih oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Cirebon. Hal tersebut dilakukan setelah identitas dari pembuang bayi tersebut terungkap.

Diketahui, pembuang bayi tersebut tidak lain adalah orang tuanya sendiri, yang merupakan pelajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Indramayu.

“Langkah awal memang polsek yang melakukan penyelidikan. Selanjutnya, penanganannya diambil alih oleh kita Satreskrim Polresta Cirebon untuk penyelidikan lebih lanjut,” papar Kapolresta Cirebon Kombes Pol Syahduddi melalui Kasat Reskrim AKP Anton.

Hingga saat ini, kasat mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Dari mulai saksi-saksi yang menemukan bayi pertama kali, aparat desa, dan masyarakat lainnya. Dari pemeriksaan saksi itu, polisi akhirnya menemukan identitas dari pelaku.

“Sementara ini saksi yang sudah kita periksa ada 5 orang. Barang buktinya memang kita belum ada yang diamankan. Tapi, ada beberapa barang yang ada kaitannya dengan pembuangan bayi tersebut. Identitas dari orang yang membuang sudah ada, masih kita rahasiakan. Tapi, kita masih akan mengklarifikasi ke pihak yang lainnya,” kata Anton.

Kasat menambahkan, pemeriksaan selanjutnya pihaknya akan memeriksa seseorang yang diduga membuang bayi tersebut, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bilamana terbukti, pelaku akan mendapat  sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku yakni undang-undang perlindungan perempuan dan anak.

“Sementara masih dalam tahap penyidikan, mungkin dalam waktu satu dan dua minggu ini akan mengarah ke pelaku. Kalau memang benar, secara fakta dia (pelaku, red) telah melakukan pembuangan bayi tersebut, kita akan tetap menetapkan undang-undang perlindungan perempuan dan anak atau kekerasan terhadap anak,” tegasnya.

Disinggung soal ayah bayi tersebut, kasat mengaku masih belum mengarah ke sana. Saat ini perempuan yang diduga sebagai ibu sang bayi belum diperiksa.

“Ayah bayi itu  belum kita ketahui, karena kita belum memeriksa ibu bayi tersebut. Kita juga belum tahu apakah ini hasil dari hubungan gelap atau bagaimana,” pungkasnya. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *