Usung Program Tanggap Darurat Sampah

oleh -73 views
ilmi-bersih bersih TPS Liar (1)
SAMPAH LIAR: Dinas Lingkungan Hidup mengangkut tumpukan sampah liar yang berada di sejumlah lokasi di Kabupaten Cirebon. FOTO: ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON – Tumpukan sampah liar yang berada di dekat Pasar Pasalaran, menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya ST MSi menuturkan, pengelolaan sampah pasar sendiri telah disediakan TPS di bagian selatan pasar darurat. Setiap harinya, dilakukan pengangkutan dua hingga tiga truk. Namun karena masyarakat yang nakal dan membuang sampah di ruas jalan tersebut, sampah pun akhirnya menumpuk di situ.

“Banyak masyarakat yang tak aware, umpet-umpetan buang sampah ke tempat yang bukan jadi TPS. Sehingga menumpuk dan jadi pemandangan yang tidak indah,” jelasnya, kemarin.

Hal ini pun dikatakan Deni bukan hanya terjadi di Pasar Pasalaran, namun di beberapa titik di Kabupaten Cirebon, yang terbagi menjadi Barat dan Timur. Salah satunya terjadi di Tuparev. Pihaknya kemarin (2/6) mendatangi langsung tempat tersebut dan mengangkut timbunan sampah liar. Dalam menangani timbunan sampah liar ini, pihaknya menggulirkan program Tanggap Darurat Sampah. Program ini sudah digelar satu bulan lalu. Setidaknya, hingga kini sudah ada 60 titik di Kabupaten Cirebon yang diterapkan program tersebut. “Dalam program tanggap darurat sampah ini, kami sediakan truk untuk mengangkut sampah-sampah liar yang menumpuk. Seperti salah satunya di Tuparev ini,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengangkutan sampah di luar TPS legal ini, dilakukan terus-menerus untuk meminimalisir sampah yang menumpuk. Bahkan dalam sehari, pihaknya pernah sampai mengangkut 19 truk sampah dari sampah liar tersebut. Program Tanggap Darurat sampah ini pun dikatakan Deni, merupakan program jangka pendek yang saat ini dilakukan.

Jangka panjangnya, pihaknya akan membuat pengolahan sampah mandiri berbasis masyarakat. “Kita akan kerja sama dengan desa, dan membuat pengolahan sampah ini berbasis desa terlebih dahulu dengan kerja pralelm nantinya 1 desa 1 countainer sehingga terjadi pengholahan sampah mandiri di desa tersebut barulah yang tak bisa didaur ulang kami angkut,” terangnya.

Hingga saat ini, pihaknya telah memiliki 140 TPS, 15 titik TPS 3R, dan 24 TPS Terpadu yang tersebar di Kabupaten Cirebon. Targetnya, pembangunan TPS terpadu pun bisa ada di 412 Desa dan 12 Kelurahan yang ada. “Kami tekankan kembali permasalahan sampah ini menjadi tanggung jawab bersama. Saat ini, kami terus melakukan beragam program, namun tentu kami harap semua stakeholder mendukung salah satunya dengan tertib membuang sampah agar Cirebon tetap asri,” tukasnya. (apr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *