Bupati Acep Tegaskan Syarat Operasional Kepariwisataan

oleh -141 views
atan strategis pariwisata tat2
AMBIL HIKMAHNYA: Bupati H Acep Purnama memberikan seragam secara simbolis kepada Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kuningan. Foto: tatang ashari/radar kuningan

KUNINGAN – Tidak mau kecolongan dalam menghadapi new normal atau Adaptasi Kehidupan Baru (AKB), Bupati Kuningan H Acep Purnama meminta pelaku jasa usaha pariwisata tidak terburu-buru membuka usaha mereka.

“Meski besok new normal, gak berarti kita bebas sebebasnya. Jangan seperti kuda keluar dari kamar, lalu lari sekencang seenaknya. Jangan terburu-buru. Tetap bersabar,” tegas Bupati Acep di sela Penguatan Strategi Pengembangan Wisata Unggul Terpadu, pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kuningan, di Ballroom D’Jehan Hotel Sangkanhurip, Selasa (9/6).

Terkait kepariwisataan, pemkab tetap akan memberikan komando, sekaligus instruksi standar pengamanan Covid-19. Di objek wisata, pengunjung harus diatur sesuai protokol kesehatan. Hotel meski pengunjungnya masih terbatas, juga sama. Termasuk restoran, kursi duduk diatur jarak.    

Bupati memahami betul giat penguatan strategi pengembangan wisata unggul terpadu disporapar ini. Cukup positif untuk mengantisipasi dan melakukan hal-hal ke depan seperti apa. Ia hanya mengingatkan, masa new normal tidak diartikan kembali ke zaman sebelum ada Covid-19.

Sambil taat komando pemerintah, Ia mengajak masyarakat pariwisata mengambil hikmah atas wabah Covid-19 ini. Salah satunya, membiasakan hidup sehat, menjaga jarak, termasuk menggunakan masker.

“Ini untuk memenuhi standar WHO, di mana antisipasi kapan Covid-19 akan berakhir belum ada yang mampu jawab. Yang tahu hanya Allah SWT,” ucap dia.

Kepala Disporapar Kuningan Dr H Toto Toharudin menyebut, wabah Covid-19 telah menciptakan momentum terwujudnya harapan dan gagasan besar kepariwisataan Kuningan. Bagaimana menyusun strategi pengembangan agar wisata Kuningan lebih mampu diandalkan. Sehingga nyata memberi ruang kebahagiaan bagi masyarakatnya. Juga bagi para wisatawan.  

“Kita pastikan semua elemen, termasuk BTNGC akan ada dalam satu area komando pak bupati, dan disporapar. Artinya, ketika dibuka kapan pun operasional jasa usaha kepariwisataan oleh pak bupati, BTNGC tidak akan memisahkan diri. Tidak akan ujug-ujug bergerak sendiri, melakukan tata kelola sendiri, tanpa ada langkah bersama kita. Tinggal menunggu sabar,” tandas Dr Toto.(tat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *