Ambisi Pegulat Lazuardi, Emas Dulu sebelum Pensiun

oleh -67 views
Atlet-Gulat-Kota-Cirebon
GULAT: Adhitya Eka Lazuardi (kaan) pada laga final Porda 2014 di Kabupaten Bekasi. Foto: Istimewa

CIREBON – Adhitya Eka Lazuardi berniat pensiun pasca PON XX di Papua. Sebelum pensiun, dia ingin meninggalkan kenangan manis. Pegulat putra Kota Cirebon itu ingin menuntaskan ambisi merebut medali emas kedua kalinya pada pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut.

Debut perdana Adhit di PON memang sukses besar. Dia dipercaya memerkuat kontingen gulat Jawa Barat pada PON XIX/2016 yang dihelat di Kota Bandung. Pegulat kelas berat itu berhasil meraih medali emas. PON Papua yang akan digelar tahun depan, adalah kesempatan kedua baginya.

Adhit bertekad mengukir prestasi di Bumi Cendrawasih. Pegulat 28 tahun itu yakin bisa meraih hasil maksimal. “Akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan jika saya berhasil meraih medali emas sebelum pensiun sebagai atlet gulat,” katanya.

Di sisi lain, Adhit mengakui, tantangan pada PON mendatang lebih besar. Tidak seperti PON sebelumnya yang bertanding di kandang sendiri. Terlebih, dia akan bertanding di kelas yang berbeda dari sebelumnya.

Berat badannya pun naik drastis. Peraih emas Porda 2014 itu bertanding di kelas 130 kg gaya greco pada PON XX mendatang. Sementara saat meraih medali emas PON 2016, Adhit berlaga di kelas 98 kg. Tidak hanya itu, menurut Adhit, tahun ini persiapan tim gulat Jawa Barat sendiri jauh tertinggal dari daerah lain.

“Makanya, ada untungnya PON diundur ke tahun 2021. Jadi, untuk persiapan lebih panjang. Sebab, kita sudah kecolongan start dari provinsi lain yang sudah menjalani pelatda sejak 2016. Sementara kita baru mulai di tahun 2019,” beber Adhit.

Pelatda gulat Jawa Barat akan dimulai kembali pada 15 Juni mendatang. Adhit berharap bisa mengejar ketertinggalan dari kontingen provinsi lain.

“Virus Corona mengganggu semua program latihan. Juga provinsi lain yang sudah mulai lebih dulu. Kita jadi punya kesempatan untuk mengejar,” kata pegulat kelahiran Cirebon, 27 Mei 1992 tersebut. (ttr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *