Hasil Swab Masal di Majalengka: Semua Negatif

oleh -95 views
Virus-Corona
Ilustrasi virus corona. Foto: Shutterstock

MAJALENGKA – Tes swab masal yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka Kamis (11/6) lalu hasilnya sudah keluar. Juru bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Majalengka, H Alimudin SSos MM MMKes mengungkapkan seluruh sampel yang di tes hasilnya negatif.

Dari 60 orang yang di swab terdiri dari Orang Dalam Pemantuan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), yang mengikuti hanya 54 orang. Dan hasilnya tidak ada yang positif.

Menurut Ali, hasil uji swab sendiri diperiksa oleh Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon.

“Kebetulan Pemda Majalengka sudah melakukan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran UGJ. Sehingga hasilnya cepat diketahui dan tidak harus menunggu lama,” ungkapnya, Senin (15/6).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka ini merasa bersyukur dan mudah-mudahan jumlah pasien positif Covid-19 di Majalengka tidak bertambah. Pihaknya juga mendoakan pasien dalam pengawasan (PDP) di Majalengka cepat sembuh dan Majalengka bisa masuk dalam zona hijau.

Berdasarkan data Data Pusat Informasi dan Komunikasi COVID-19 Majalengka Senin (15/6) tercatat ada OTG sebanyak 116 orang terdiri dari dalam pemantauan 0 dan selasai pemantuan 116 orang. 

Kemudian ODP 552 orang dengan rincian tidak ada dalam pemantuan dan selesai pemantuan 552 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada kenaikan 1 orang sehingga totalnya 64 orang dengan rincian dalam pengawasan 3 orang, selesai pengawasan 51 orang dan meninggal 10 orang.

Terakhir, pasien positif tetap 7 orang terdiri dari 4 orang sembuh, 2 orang dalam perawatan dan 1 orang meninggal.

Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd menambahkan, hasil tes swab masal pertama di Kabupaten Majalengka hasilnya negatif. Selanjutnya pihaknya berencana akan menyasar elemen masyarakat lainnya.

“Selain program swab, kami juga akan melakukan program rapid test di beberapa titik yang dinilai rawan penyebaran Covid-19,” ujarnya. 

Pihaknya juga akan mengindentifikasi lokasi-lokasi yang dianggap rentan terhadap penyebaran covid-19, seperti pasar tradisional, pondok pesantren, maupun kecamatan yang memiliki pasien positif Covid-19.

“Potensi penyebaran virus corona hingga saat ini masih rawan terjadi. Meski Kabupaten Majalengka masuk status zona biru, namun bukan berarti sudah aman dari penyebaran Covid-19,” tambahnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *