Kemendagri Gelontorkan Rp 168 Miliar untuk 84 Pemda Pemenang Lomba Video Protokol New Normal

oleh -77 views
MENDAGRI-TITO-KARNAVIAN
Mendagri, Tito Karnavian. Foto: FIN

JAKARTA – Sebanyak 84 pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena menang lomba video simulasi protokol new normal atau tatanan normal baru di tengah pandemi Covid-19.

Kemendagri menggelontorkan Rp 168 miliar sebagai hadiah bagi 84 pemda yang menang lomba. Masing-masing juara pertama diberikan Rp 3 miliar, juara kedua Rp2 miliar, dan juara ketiga Rp 1 miliar. Angka tersebut diberikan dalam bentuk dana insentif daerah (DID)

Pemda yang ikut serta diminta mengirimkan video berdurasi 2 menit. Video itu berisi simulasi protokol kesehatan yang dibuat dengan melibatkan ahli kesehatan dan bekerja sama dengan stakeholder lokal.

“Sehingga total pemenang berjumlah 84, terdiri atas juara I, II dan III untuk 7 sektor kehidupan dan 4 klaster pemda dengan total hadiah DID Rp168 miliar,” kata Mendagri Tito Karnavian saat membuka Penganugerahan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (22/6).

Tito menyebut terdapat 2.517 video simulasi protokol new normal yang telah dikirimkan berbagai pemda. Mantan Kapolri itu bilang kegiatan ini dilakukan sekaligus untuk mengampanyekan new normal.

“Sebagai sesuatu yang baru maka tatanan ini memerlukan tahap pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. Pra kondisi ini dilakukan dengan membuat protokol kesehatan di berbagai sektor kehidupan dan melakukan simulasi-simulasi,” tutur Tito

Berikut daftar pemenang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19:

A. Sektor Transportasi Umum
Klaster Provinsi:

  1. Jawa Timur
  2. Bali
  3. Kalimantan Tengah

Klaster Kota

  1. Bengkulu
  2. Banda Aceh
  3. Semarang

Klaster Kabupaten

  1. Sintang
  2. Tegal
  3. Tapanuli Utara

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Jayawijaya
  2. Seram Bagian Barat
  3. Kepulaian Sula

B. Sektor Tempat Wisata
Klaster Provinsi

  1. Jawa Tengah
  2. Jawa Timur
  3. Sulawesi Selatan

Klaster Kota

  1. Semarang
  2. Bogor
  3. Pare-pare

Klaster Kabupaten

  1. Sintang
  2. Gunung Kidul
  3. Trenggalek

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Sigi
  2. Rote Ndao
  3. Seram Bagian Barat

C. Sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Klaster Provinsi

  1. Sulawesi Tengah
  2. Kalimamtan Utara
  3. Jawa Tengah

Klaster Kota

  1. Bekasi
  2. Bandung
  3. Surabaya

Klaster Kabupaten

  1. Trenggalek
  2. Sinjai
  3. Situbondo

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Nias
  2. Seram Bagian Barat
  3. Sumba Barat

D. Sektor Hotel
Klaster Provinsi

  1. Jambi
  2. Kalimantan Utara
  3. Sulawesi Selatan

Klaster Kota

  1. Pekanbaru
  2. Surabaya
  3. Semarang

Klaster Kabupaten

  1. Trenggalek
  2. Kebumen
  3. Sintang

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Sumba Barat Daya
  2. Seram Bagian Barat
  3. Tojo Una-una

E. Sektor Restoran
Klaster Provinsi

  1. Lampung
  2. D.I. Yogyakarta
  3. Jambi

Klaster Kota

  1. Bogor
  2. Tangerang
  3. Jambi

Klaster Kabupaten

  1. Trenggalek
  2. Tabalong
  3. Lumajang

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Sumba Barat Daya
  2. Sumba Barat
  3. Seram Bagian Barat

F. Sektor Pasar Modern
Klaster Provinsi

  1. Jawa Timur
  2. Lampung
  3. D.I. Yogyakarta

Klaster Kota

  1. Bogor
  2. Sukabumi
  3. Semarang

Klaster Kabupaten

  1. Aceh Tamiang
  2. Kebumen
  3. Tulungagung

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Seram Bagian Barat
  2. Belu
  3. Nias

Sektor Pasar Tradisional
Klaster Provinsi

  1. Bali
  2. Sulawesi Selatan
  3. Lampung

Klaster Kota

  1. Bogor
  2. Semarang
  3. Palembang

Klaster Kabupaten

  1. Banyumas
  2. Lumajang
  3. Semarang

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Limbata
  2. Seram Bagian Barat
  3. Pesisir Barat

(hsn/cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *